Posted by : Unknown Senin, 27 April 2015

MASALAH  PEREKONOMIAN INDONESIA

Semakin pesatnya pertumbuhan ekonomi saat ini, yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan atau prakarsa yang dampaknya berkelanjutan malampaui batas-batas kebangsaan.


batas-batas wilayah maupun batas-batas kenegaraan membawa dampak yang sangat signifikan bagi dunia usaha dan bisnis. Perkembangan dunia usaha maupun bisnis saat ini tidak terlepas dari produk, layanan maupun jasa yang dihasilkan, ditawarkan dan diberikan oleh setiap produsen,  perusahaan maupun para pelaku usaha terutama di Indonesia. Pelaku usaha dan bisnis di Indonesia dalam hal ini perusahaan, baik swasta maupun pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah banyak memberikan kontribusi yang baik dalam perkembangan perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial, untuk itu iklim usaha yang aman, nyaman, terbuka, serta kondusif sudah sewajarnya, dan seharusnya diberikan, disediakan oleh pemerintah Indonesia,  baik melalui kebijakan, peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan, agar kepastian hukum dalam penerapan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, dapat menghasilkan tata kelola perusahaan yang baik pula.


Indonesia merupakan negara nomor 4 dengan jumlah penduduk terbanyak setelah Republik Rakyat Cina, India, Amerika Serikat dengan 237.641.326 pada tahun 2010. Penyebaran penduduk tidak merata (dua per tiga tinggal di P. Jawa), sebagian  besar hidup di pedesaan (pertanian), bermata pencairan sebagai petani kecil dan  burah tani dengan upah sangat rendah.

Mutu Sumber Daya Manusia yang rendah SDM rendah : ± 80% angkatan kerja  berpendidikan SD. Produktivitas rendah karena dengan taraf hidup yang rendah, dengan konsumsi rata-rata penduduk Indonesia yang juga masih rendah dibanding negara tetangga. 

Indonesia yang berpenduduk lebih dari 210 juta orang membutuhkan berbagai  barang, jasa dan fasilitas hidup dalam ukuran serba besar (pangan, sandang,  perumahan dan lain-lain), namun dilain pihak kemampuan kita untuk berproduksi (produktivitasnya) rendah. Hal ini akan menciptakan kondisi munculnya rawan kemiskinan.

Menurut pendapat saya solusi yang dapat diberikan yaitu pemerintah harus dapat merencanakan arahan yang jelas terkait sektor agroindustri Indonesia dan dapat merangkul  stakeholders

terkait pengembangan agroindustri agar mendapatkan keselarasan antara tren yang berlaku, kebijakan yang ditetapkan, dan keinginan para investor serta pengusaha yang akan terjun di sektor agroindustri.


Kemudian dengan mengizinkan atau mengesahkan aturan yang mengizinkan orang asing memiliki properti di Indonesia. Karena kenyataan saat ini, orang asing memperoleh properti di Indonesia melalui penyelundupan hukum, jadi pada  prinsipnya yang diuntungkan hanya para
Calo properti. Apabila kepemilikan  properti asing dibuka/diizinkan, tidak hanya menambah pendapatan negara melalui  penerimaan pajak, akan tetapi dapat menambah lapangan pekerjaan, maupun  berjalannya pengawasan terhadap orang asing di Indonesia, dengan ketentuan bahwa  pemilikan tersebut didasarkan oleh asas pemisahan horizontal, yaitu pemilikan tersebut hanya dibatasi pada bangunannya dan tidak serta merta mencakup tanah dibawahnya, dengan jangka waktu dan harga tertentu.Adanya strategi perkembangan dan pembangunan ekonomi melalui inovasi, dengan  persyaratan yaitu harus tersedia cukup calon-calon pelaku inovasi (entreprenur) di masyarakat. Harus ada lingkungan sosial, politik dan teknologi yang bisa menjadi  tempat subur bagi semangat inovasi. Harus ada cadangan atau supplai ide-ide baru secara cukup. Harus ada sistem prekreditan yang bisa menyediakann dana bagi para entrepreuner.

Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari. 


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -