- Back to Home »
- Hakikat Bisnis
Posted by : Unknown
Rabu, 26 November 2014
Hakikat Bisnis
Mementingkan dan melayani orang lain sesungguhnya
adalah konsepsebenarnya dari bisnis. Mementingkan orang lain adalah rahasia bisnis terpenting
sepanjang masa. Bisnis yang mementingkan dirinya sendiri akan hancur. Contoh
sederhana mengenai hal ini adalah seorang petugas sales yang berusaha
mati-matian menawarkan produknya kepada pelanggan. Bukankah banyak orang sales
yang lupa bahwa pekerjaan mereka yang sesungguhnya bukanlah menjual, melainkan
membantu orang lain?
Hakikat bisnis yang sesungguhnya adalah
mementingkan orang lain. Ini bukan sekadar konsep kemuliaan dan spiritualitas.
Ini konsep bisnis. Bahwa bisnis itu sendiri pada hakekatnya adalah
spiritualitas. Bisnis yang sejati haruslah dilandaskan pada spiritualitas dan
akan menghasilkan tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, baik bagi pelaku
maupun pelanggan. Orang yang melayani orang lain dengan keahlian yang tinggi
akan menjadi orang yang penting dan bernilai.
Hakikat Bisnis Internasional
Hakikat
Bisnis Internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan melewati
batas–batas suatu Negara. Transaksi bisnis seperti ini merupakan transaksi
bisnis internasional. Adapun transaksi bisnis yang dilakukan oleh suatu Negara
dengan Negara lain yang sering disebut sebagai Bisnis Internasional
(International Trade). Transaksi bisnis suatu perusahaan dalam suatu Negara
dengan perusahaan lain atau individu di Negara lain disebut Pemasaran
Internasional atau International Marketing. Pemasaran internasional inilah yang
biasanya diartikan sebagai Bisnis Internasional, meskipun pada dasarnya ada dua
pengertian. Jadi kita dapat membedakan adanya dua buah transaksi Bisnis
Internasional yaitu :
Perdagangan Internasional (International Trade)
Transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu
dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut
maka akan timbul “neraca perdagangan antar negara” atau “balance of
trade”. Suatu Negara dapat memiliki Surplus Neraca Perdagangan atau Devisit
Neraca Perdagangannya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini
maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan
lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut.