Posted by : Unknown Rabu, 27 Januari 2016

KECANDUAN INTERNET PADA ANAK USIA DINI DI NEGARA ASEAN

Seperti yang bisa kita amati pada lingkungan sekitar, saat ini banyak anak-anak disekitar kita lebih memilih berlama-lama mencari hiburan menggunakan internet atau biasa dikenal warung internet (warnet) dimana seharusnya anak-anak lebih banyak bermain yang memberikan mereka bagaimana cara bersosialisasi dengan teman bahkan dengan masyarakat.

SuperAwesome, digital marketing platform untuk anak-anak, merilis laporan berisi hasil penelitian perilaku media digital anak-anak usia 6-14 tahun di Asia Tenggara yang memberikan gambaran komprehensif mengenai perilaku konsumsi media digital oleh anak-anak di kawasan ASEAN mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

SuperAwesome melaporkan anak-anak di kawasan ASEAN mulai mengesampingkan televisi sebagai pilihan untuk mendapatkan hiburan digital. Saat ditanya, 66 persen anak-anak di kawasan ASEAN lebih memilih internet dibandingkan televisi, untuk mendapatkan hiburan.
Di kalangan tersebut, telepon genggam menjadi perangkat inti untuk mengkonsumsi media. Dengan cepat, penggunaan smartphone melampaui TV. Di waktu luangnya, 70 persen anak-anak usia 6-14 tahun mengakses aplikasi game mobile. Angka ini hanya 10 persen lebih sedikit daripada akses televisi. Bahkan, lebih dari seperempat anak-anak yang menonton TV juga menggunakan smartphone pada saat bersamaan.

"Pasar usia 13 tahun ke bawah adalah salah satu market paling berpengaruh di dunia. Sayangnya, belum banyak informasi akurat mengenai perilaku digital mereka. Data yang menjadi kebutuhan banyak agensi dan brand besar, kini telah bisa didapatkan di sini," kata CEO SuperAwesome, Dylan Collins, dalam siaran persnya, Selasa.

Sebelumnya, pengamatan perilaku digital media di kawasan Asia Tenggara lebih berfokus pada usia remaja atau dewasa. Sementara, pasar usia 13 tahun ke bawah kurang mendapatkan perhatian. Padahal, menurut Collins kelompok tersebut memiliki pengaruh besar pada tren konsumen dan keputusan akhir untuk membeli barang, terlebih bagi mereka yang berkeluarga.


Tentu disini banyak pro dan kontra yang terjadi. Semua balik ke pengawasan orang tua untuk lebih bisa membatasi penggunaan internet dan lebih diberikan pengetahuam dan cara menggunakan internet dengan tepat.






Sumber: Antara

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -