Posted by : Unknown Jumat, 13 Maret 2015

Perkembangan Perekonomian Indonesia

Sistem ekonomi indonesia tentu sama halnya dengan sistem ekonomi dunia pada umumnya. Ekonomi yang hanya dikuasai oleh segelintir orang yang tentunya mempunyai sumber daya (kapitalis) atau bisa disebutkan ekonomi yang saat ini dikuasai pemerintah sebagai pemilik sumber daya tunggal (sosialis/komunis) atau kombinasi keduanya. 
Dimana sistem ekonomi kita merupakan kombinasi antara sosialis ataupun kapitalis yang merupakan dengan adanya sebuah pembatasan kepemilikan swasta atas sumber daya yang melibatkan harkat hidup orang banyak. 
Tetapi memang tiap negara pasti memiliki yang namanya sistem ekonomi, dan tentunya tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya serta tiap negara memiliki karakteristik sosial dan  budaya kelompoknya. Semua itu bergantung dari idealisme para petinggi dalam mengolah sumber daya yang ada saat ini. Jika para penguasa bersifat komunis tentunya ingin menguasai seluruh sumber daya dan mendistribusikannya melalui negara lain seperti Uni Soviet, RRC, Kuba, Korut, Laos, dan sebagainya). Sedangkan jika para penguasa bersifat kapitalis, yang mana para penguasa akan terbebas dari semua kepada mekanisme pasar (USA). Jika non blok, seperti halnya Indonesia, ada yang dipegang oleh negara, dan ada yang dilepas ke pasar (dimana hampir semua negara seperti ini).

Keadaan saat ini semakin banyak perkembangan tentang pemahaman sistem ekonomi Indonesia. Hal ini menyebabkan terbentuknya suatu pandangan bahwa di Indonesia sekarang ini mengikuti sistem ekonomi kapitalisme barat. 

Menurut pendapat saya, seharusnya tidak perlu adanya pandangan yang mengatakan bahwa Indonesia saat ini meninggalkan sistem sosialistik dan berkiblat menjadi sistem kapitalisme barat. Keadaan ini sangatlah bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan kerakyatan yang selama ini Negara kita anut. Lebih tepatnya jika Indonesia menganut sistem sosial demokratis yang dirasa lebih mampu mengorganisir kondisi suatu Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia ini dengan sedikit lebih baik. saya setuju dengan pendapat mengenai tidak perlunya muncul fenomena kapitalisme vs sosialisme karena masing-masing sistem memiliki keunggulan dan kekurangan. Globalisasi yang dianggap berperangai sebagai kapitalisme, memang lah sangat parah. Yang saya lihat justru karena globalisasi yang menjunjung pasar bebasnya membuat jadanya kesejangan sosial antara kaum kuat dan kaum lemah semakin besar ataupun lebar. Saya juga setuju atas tujuan kita yang adalah pembangunan nasional, namun juga tidak mengabaikan tanggung jawab global.


Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.


 

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -