- Back to Home »
- ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
Posted by : Unknown
Kamis, 28 Januari 2016
Dalam keadaan tertentu, akuntansi aktivitas dapat memberikan wawasan penting sebab akuntansi ini menghasilkan dibandingkan dengan yang disajikan dan dilaporkan oleh akuntansi tradisional. Disamping itu akuntansi aktivitas ini jauh lebih handal dan lebih relevan untuk masa sekarang dibandingkan akuntansi aktivitas dan akuntansi aktivitas ini lebih populer dengan sebutan ABC (activity based costing = penetapan biaya pokok berdasarkan aktivitas). Dalam segala keadaan, ABC sangat praktis dan mudah diterima didalam memberikan wawasan mengenai bagaimana cara meningkatkan daya saing perusahaan didunia persaingan yang semakin ketat dengan cara mengelola sumber daua secara lebih efektif dan efisien. Keadaan ini dikategorikan sebagai tahap kedua yang kemudian karena lebih bersifat kepada manajerial maka dinamakan dengan manajemen berdasarkan aktivitas (activity based management). Dan manajemen berdasarkan aktivitas (activity based management). Aktivitas (activity based management) kemudian menjadi alat yang sangat penting didalam melakukan berbagai perbaikan yang strategis dan berkesinambungan.
ACTIVITY BASED COSTING
ABC secara garis besar didefinisikan sebagai suatu sistem penetapan biaya pokok dimana banyak kumpulan biaya overhead dialokasikan dengan mempergunakan dasar yang dapat mencakup satu atau lebih faktor yang terkait dengan volume. Dibandingkan dengan akuntansi biaya tradisional, ABC dapat mewakili suatu dengan akuntansi biaya secara lebh menyeluruh. Didalam biaya tradisional , perhitungan biaya pokok produk hanya melacak bahan, tenaga kerja dan overhead pabrik saja yang dikaitkan dengan hasil produksi sedangkan didalam ABC yang ditelusuri bukan hanya bahan, tenaga kerja dan overhead pabrik saja akan tetapi semua biaya yang mempunyai kaitkan dengan unit – unit penghasil output serta berbagai aktivitas yang terkait dengan menghasilkan output (hasil produksi).
TINGKATAN BIAYA DAN PENGENDARA BIAYA
Didalam konsep ABC, dasar yang digunakan mengalokasikan biaya disebut dengan pengendara biaya (cost drivers). Karena biaya juga merupakan sumber daya (resources) yang dapat dimanfaatkan untuk jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi maka pengendara biaya ini juga dapat dinamakana dengan pengendara sumber daya ( resources drivers). Pengendara sumber daya merupakan dasar yang digunakan mengalokasikan berbagai biaya terhadap aktivitas yang digunakan pengendara aktivitas mengalokasikan berbagai biaya terhadap aktivitas yang menggunakan sumber daya tersebut. Pengendara aktivitas (activity drivers) adalah suatu aktivitas melalui pengendara inilah yang akhirnya dapat membedakan antara ABC dan akuntansi biaya tradisional , perhitungan biaya pokok produk hanya melacak bahan, tenaga kerja dan overjead pabrik saja yang dikaitkan dengan hasil produksi sedangkan didalam ABC yang ditelusuri bukan hanya bahan , tenaga kerja dan overhead pabrik saja akan tetapi semua biaya yang mempunyai kaitan dengan unit – unit penghasil output serta berbagai aktivitas yang terkait dengan menghasilkan output (hasil produksi).
ABC mengidentifikasi berbagai aktivitas , biaya aktivitas dan pengendara biaya pada seluruh tingkatan yang berbeda pada suatu lingkungan produksi dalam lingkungan produksi, ABC membagi kedalam 4 tingkatan masing-masing unit (satuan) ,batch, produk dan pabrik. Perbedaan pada setiap tingkatan terletak pada taraf agregasi (kumpulan) datanya. Unit merupakatan tingkatan yang paling sederhana dan tingkatan berikutnya adalah batch. Batch adalah perlakuan produksi dalam satu proses untuk produk yang berkarakteristik sama. Produk adalah agregasi atau kumpulan atau gabungan dari banyak batch, sedangkan pabrik merupakan kumpulan dari seluruh produk
Tingkatan
unit
Adalah
biaya yang akan bertambah besar jika produksi ditingkatkan. Biaya ini merupakan
satu-satunya biaya yang dapat dialokasikan secara akurat terhadap setiap unit
sebanding dengan volume nya . contoh biaya pada tingkat unit ini adalah biaya
listrik jika mesin menggunakan listrik didalam memproduksi produk dan biaya
tenaga kerja pemeriksa jika setiap unit yang diproduksi harus diperiksa oleh
tenaga kerja.
Tingkatan
batch
Adalah
semua biaya yang timbul karena disebabkan oleh jumlah batch yang diproduksi dan
dijual. Contoh biaya tingkat batch ini adalah biaya tatanan produksi dan biaya
penanganan bahan-bahan yang akan dimasukkan kedalam proses produksi. Jika
pesanan pemasok karena adanya batch maka sebagian biaya untuk mendapatkan bahan
akan berada pada tingkatan batch.
Tingkatan
produk
Merupakan
tingkatan yang lebih tinggi lagi dan berada pada satu tingkatan diatas
tingkatan batch. Biaya pada tingkatan produk adalah semua biaya yang karena
digunakan untuk mendukung jumlah yang berbeda-beda dari produk yang di
produksi. Tingkatan ini tidak dipengaruhi oleh produksi dan oleh penjualan
batch atau unit.contoh dari biaya tingkata produk ini adalah biaya mendesign
produk, biaya pengembangan produk, membuat proto tipe produk serta merekayasa
produksi jika yang ditugaskan untuk memproduksi perlu menjalani latihan sebelum
melakukan aktivitas produksi maka biaya latihan ini akan dimasukkan sebagai
biaya tingkatan produk.
Tingkatan
pabrik
Biaya
tingkat pabrik (plant level cost) adalah biaya untuk menopang kapasitas pada
suatu tempat perusahaan. Contoh dari biaya ini misalnya sewa, depresiasi ,
pajak properti dan asuransi bangunan.
PERBANDINGAN
ABC DENGAN PENETAPAN BIAYA POKOK TRADISIONAL
Sistem
perhitungan (penetapan) ABC biaya minimal dilakukan dua tahap sedangkan di
dalam sistem ABT (akuntansi biaya tradisional) hanya menggunakan satu atau dua
tahap saja. Dalam sistem ABC, kelompok biaya aktivitas, kelompok biaya
aktivitas dibentuk ketika biaya sumber daya dialokasikan kepada setiap
aktivitas menurut pengendara aktivitas. Sedangkan tahapan berikutnya, biaya
aktivitas dialokasikan dari kelompok biaya aktivitas kepada produk atau sasaran
biaya terakhir. Sebaliknya didalam sistem ABT (akuntansi biaya tradisional)
digunakan dua tahap manakal perusahaan mempunyai departemen atau pusat biaya
dan jika tidak mempunyai maka akuntansi biaya hanya menggunakan satu tahp saja.
Pertama, biaya dialokasikan kepada pusat biaya dan kemudian dialokasikan dari
pusat biaya kepada produk yang diproduksi (tahap kedua). Umumnya sistem
ABT hanya menggunakan satu tahap perhitungan saja dan di dalam sistem ABC tidak
ada satu tahap perhitungan.
Daftar Pustaka : Kusnadi, Nanang Sasongko, Neneng Dahtiah,
Zahroh. 1999. Akuntansi Biaya
(Tradisional & Modern), Edisi Kedua. Bandung: Universitas Jendral
Achmad Yani