Posted by : Unknown Minggu, 21 Juni 2015



Kebijakan Perdagangan Internasional


Sebenarnya adalah salah satu bentuk dari kebijakan ekonomi internasional yang timbul karena melebarnya relasi-relasi hubungan ekonomi antarnegara.  Dimana perdagangan internasional merupakan suatu kebijakan yang meliputi semua kegiatan dan tindakan pemerintah pada rekening-rekening yang sedang berlangsung atau biasa disebut current account dibandingkan pada neraca pembayaran internasional, yang lebih tepatnya mengenai ekspor maupun impor barang. Dapat disimpulkan bahwa kebijakan perdagangan internasional adalah semua kegiatan dan tindakan baik pemerintah maupun negara, secara langsung ataupun tidak langsung dengan memfokuskan serta mempengaruhi  arah, komposisi, dan serta bentuk kegiatan perdagangan atau perdagangan luar negeri. Berikut ini yang dimaksudkan bisa seperti tarif, kuota, dumping, larangan impor serta kebijakan yang lainnya.



Secara umum kebijakan perdagan internasional bisa dijabarkan yakni sebagai berikut

1.       Politik proteksi

Tujuan dibuatnya kebijakan proteksi yaitu memperbaiki produksi dalam negeri agar dicapai hasil maksimal, memperbanyak lapangan pekerjaan serta usaha untuk menjaga stabilitas nasional agar tidak terganggu saat terus bergantung pada negara lain. Dapat disimpolkan politik proteksi merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk menjaga industri dalam negeri yang sedang berkembang atau infant industry serta persaingan-persaingan semakin besarnya barang-barang impor.

Berikut merupakan upaya proteksi yang bisa dilksanakan dengan melalui kebijakan

a.       Tarif dan Bea yang masuk

Dengan besarnya bea masuk atas barang impor dimana memiliki tujuan mempertahankan dan menjaga industri-industri yang ada dalam negeri agar didapat pendapatan negara. Bentuk umum kebijakan tarif ini adalah dengan dilakukan penetapan pajak impor dengan persentase tertentu dari harga barang yang diimpor. Jenis-jenisnya diantara lain bea ekspor, bea transito dan bea impor.

b.      Larangan impor

Dimana pemerintah melakukan kebijakan ini dengan tujuan melarang barang-barang impor masuk ke dalam negeri untuk menjaga hasil produksi anak-anak bangsa dan memajukannya agar terus berkembang.

c.       Pembatasan kuota impor

Kebijakan pemerintah dilakukannya kuota impor dengan maksud untuk selalu menyediakan barang-barang yang ada di dalam negeri dalam proporsi yang pas serta yang lebih utama bertujuan mengurang serta membatasi masuknya sejumlah barang-barang impor yang masuk.

d.      Subsidi

Suatu kebiajakn pemerintah dengan maksud menutupi sebagian dari biaya produksi dalam negeri per unitnya, agar produsen dalam negeri bisa memasarkan dengan haga lebih murah dan bisa lebih unggul dibandingkan barang impor.

e.      Dumping

Suatu kebijakan pemerintah untuk melakukan diskriminasi harga yaitu para produsen dapat menjual barang di luar negeri lebih murah dibandingkan di dalam negeri.



2.       Politik dagang bebas

Setiap pihak yang mendukung kebijakan ini bisa memberikan alasan bahwa perdagangan bebas dapat memungkinkan dimana setia negara ikut andil dalam memproduksi barang dimana suatu negara mempunyai keistimewaan yang komperatif.

3.       Politik autarki

Kebijakan pemerintah ini sangatlah berbeda dengan prinsip perdagangan internasional, karena seorang importir dlam melaksanakan pembayrannya diwajibkan membeli uang dollar terlebih dahulu sesuai kurs yang berlaku lalu dikirim kena[ada eksportir.



Faktor Pendorong terjadinya perdagangan antarnegara

Terdapat beberapa faktor yang mendorong negara-negara di belahan dunia untuk melaksanakan perdagangan luar negeri. Faktor-faktor pendorong tersebut adalah seperti berikut

1.       Terdapat beberapa pebedaan pada sumber daya yang dimiliki suatu negara

Di negara Indonesia luas daratannya sangatlah luas dan sangat subur tanahnya, maka tak heran Indonesia dikenal dengan negara agraris, hasil pertaniannya bisa berupa kopi, karet, kelapa sawit dan lain-lain. Berbeda pula dengan negara singapura yang lebih dikenal dengan negara penghasil industri yang bermacam-macam sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan melakukan impor negara lain.

2.       Perbedaan tingkat kecanggihan teknologi untuk mewujudkan cara dan teknik memproduksi agar lebih baik ke depannya.

3.       Meminimalisir biaya produksi layaknya negara Indonesia dapat menguntungkan apabila memproduksi kyu lapis maupun tekstil untuk di ekspor ke luar negeri, dengan begitu dapat menghemat biaya produksi.

4.       Perbedaan selera dapat mendorong terjadinya perdagangan internasional.





Dampak terjadinya perdagangan antarnegara

                Untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari, sejak dulu sebelumnya adanya alat tukar yang sah (uang), masyarakat melakukan barter barang. Sekarang pun masih terjadi tetapi dalam bentuk yang berbeda. Pertukaran dilakukan antarnegara tidak luput dari globalisasi. Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan modal yang besar, oleh karena ituIndonesia yang merupakan salah satu negara yang turut serta perdagangan antarnegara. Terdapat dampak-dampak yang dirasakan. Dampak turut sertanya dalam perdagangan antarnegara bisa diuraikan satu persatu berikut ini.

Dampak positif perdagangan antarnegara

Secara umum perdagangan antarnegara tentu menghasilkan dampak positi, yakni sebagai berikut:

1.      Mendapatkan manfaat dari spesialisasi produksi

2.      Dapat menyediakan dana untuk pembangunan negara

3.      Terpenuhinya kebutuhan barang dalam negeri

4.      Cadangan devisa dalam negeri meningkat

5.      Meningkatkan laba dan memperluas pasar

6.      Mentransfer teknologi modern

7.      Meningkatkan pariwisata dalam negeri



Dampak negatif prdagangan antarnegara

1.      Timbul rasa ketergantungan dengan negara lain

2.      Timbulnya penjajahan ekonomi dengan negara lain

3.      Perdagangan antarnegara pelaksanaannya lebih mengarah pada perdagangan bebas

4.      Terjadi eksploitasi terhadap sumber daya maupun manusia

5.      Timbul persaingan dan perpecahan antarnegara



Hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional

Perdagangan internasional dalam pelaksaannya tak luput dari berbagai hambatan. Adapun hambatan dalam perdagangan internasional yakni :

1.       Kebijakan proteksisnisme

Suatu kebijakan lebih mengarah pada produsen yang ada di dalam negeri. Kebijakan ini sah-sah saja tetapi kurang tepat jika hanya sekedar menjaga produsen dalam negeri yang lebih kurang efisien maupun kalah bersaing dengan produk impor dengan harga jual lebih rendah namun kualitas lebh baik. Sudah sangat jelas bahwa kebijakan ini sangat menghambat perdaganan internasional.

2.       Prosedur perdangan internasional sangat rumit dan berbelit-belit

Sulitnya prosedur perdagangan internasional mengakibatkan tidak semua pengusaha dalam negeri mampu menjadi salah satu pelaku perdagangan internasional.

3.       Terjadinya persaingan ketat antarnegra

Suatu produk saat memenuhi syarat untuk masuk ke perdagangan internasional adanya beberapa persamaan terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini bukan menjadi suatu permasalahan pada negara yang dapat memproduksi produk yang lebih berkualitas. Tetapi menjadi masalah bagi negara yang tidak memiliki keahlian dan kemampuan tersebut.

4.      Ketegangan di bidang militer maupun politik

5.      Produk tidak dapat memenuhi standar mutu internasional.








Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -