Posted by : Unknown Minggu, 21 Juni 2015

Konsep Ekonomi Hijau Dalam Pembangunan Ekonomi Berkesinambungan

Mengetahui tentang apa itu green economy (ekonomi hijau) sebenarnya tidaklah sulit. Dapat diartikan bahwa ekonomi hijau itu adalah perekonomian yang tidak merusak dan mengganggu lingkungan hidup disekitarnya.  Green Economy dapat diartikan perekonomian dengan rendah tingkat emisi karbondioksida yang dihasilkan terhadap lingkungan, menghemat sumber daya alam serta berkeadilan sosial. Tidak hanya itu, Green Economy juga sebagai suatu model pembangunan ekonomi berkesinambungan dengan memakai pengetahuan ekonomi ekologis serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat.

Pembangunan ekonomi sangatlah bergantung pada perkembangan tingkat produksi yang mampu membuahkan perbaikan ekonomi, hanya saja gagal pada sosial serta lingkungan, dapat dicontohkan semakin tinggi tingkat emisi gas efek rumah kaca, gundulnya hutan-hutan yang menjadikan hilangnya habitat aneka spesies didalamnya. Selain itu juga terjadinya ketimpangan antara golongan negara kaya dengan negara miskin. Jadi, konsep ekonomi hijau ini sangatlah diharapkan untuk menjadi jembatan pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta tidak mengganggu lingkungan serta menghemat pemakaian sumber daya alam. Semua tentu memerlukan usaha untuk merubah perilaku mka akan membuahkan hasil yang diinginkan. Namun pada saat peraturan Green Economy dilaksanakan di lapangan, akan terjadi perselisihan antar pelaku ekonomi. Tentunya ini mengakibatkan Green Economy menjadi rumit dan sulit dikerjakan tanpa adanya kesiapan antara pelaku ekonomi. maka, tentu sangat berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan sangatlah dibutuhkan untuk dilaksanakan.

Green Economy juga memiliki konsep penghitungan GDP sendiri yakni Green GDP, dikarenakan cara penghitungan yang berbeda dengan penghitungan GDP biasa atau GDP konvensional, dimana pada Green GDP sumbangan sumber daya alam terhadap pembangunan dan biaya-biaya yang disebabkan oleh adanya polusi dan degradasi lingkungan, dimasukkan dalam perhitungan. Dari segi metode perhitungan metode perhitungan Green GDP  secara teori dibagi menjadi 3 jenis:
  • PDB hijau diperhitungan dengan deplesi lingkungan.
  • PDB hijau berdasarkan degradasi lingkungan.
  • PDB hijau diukur berdasarkan pengeluaran untuk perlindungan lingkungan.

Konsep dari Green GDP sangat bagus untuk diterapkan, tetapi masih jarang dapat dilakukan karena keterbatasan merubah kerugian yang ditimbulkan ke dalam satuan hitung moneter. Konsep ekonomi hijau melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan. Prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah “ memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi di masa depan ” . Sehingga dapat dikatakan bahwa ekonomi hijau adalah motor utama pembangunan berkelanjutan.

Kerusakan lingkungan terutama pada sumber daya alam dan juga kekayaan lingkungan menjadi hal menakutkan bagi seluruh umat manusia di dunia. Bagaimana tidak, jika kerusakan lingkungan yang semakin bertambah buruk setiap tahunnya tidak segera ditangani, maka yang terjadi adalah kerusakan bumi yang parah. Tak ayal lagi banyak yang menyebutnya sebagai kiamat lingkungan atau berakhirnya fungsi lingkungan yang bermanfaat bagi manusia. Sungguh mengerikan untuk dibayangkan.Selain kerusakan lingkungan yang berupa sumber daya, kerusakan lingkungan seperti efek rumah kaca juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan bumi menjadi tempat yang tidak lagi nyaman untuk ditinggali baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Oleh karenanya perlu adanya penanganan yang serius dan menyeluruh yang tentunya melibatkan seluruh umat manusia di dunia.

Salah satu wujud upaya penanggulangan kerusakan lingkungan yang lebih parah, PBB pada tahun 2011 mencetuskan sebuah ide yang dijuluki green economy atau ekonomi hijau. Ekonomi hijau adalah sebuah upaya penyelamatan lingkungan yang melibatkan seluruh negara di dunia yang tergabung dalam organisasi PBB. Ekonomi hijau diterapkan dengan cara penghematan sumber energi seperti listrik, panas, dan sebagainya. Ekonomi hijau memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan hidup manusia.

Penghematan sumber energi dan pelestarian lingkungan yang menjadi prinsip dari gerakan ekonomi hijau memberikan efek yang signifikan terhadap keselamatan lingkungan itu sendiri. Manusia tidak sepatutnya hanya mampu mengeksploitasi lingkungan saja, namun juga harus memiliki usaha untuk melestarikan dan menyelamatkan lingkungan tempat hidupnya untuk kelestarian bumi selanjutnya.
Solusi untuk berbagai permasalahan pelaksaan Green Economy yakni diantaranya  mendifinisikan kembali hak dan kewajiban masyarakat, memperbaiki pembangunan pola gaya hidup manusia, pengelolaan energi dan sumber daya alam, kegiatan riset dan pengembangan yang fokus dan berkesinambungan, regulasi dan kebijakan yang efektif dan konsisten, pemerintahan yang bersih, memberdayakan UKM dan kewirausahaan sosial.

Green economy dapat dilakukan dengan banyak cara diantaranya adalah kita dapat melakukan pengelolaan berkelanjutan  dengan pengelolaan kayu berkelanjutan, pertambangan yang bertanggung jawab, dan perencanaan tata ruang yang koheren. lain itu dapat juga dengan menjaga ekologi, dimana hasilnya nanti akan didapatkan dampak positif dari ekologi itu sendiri yaitu hutan primer dan sekunder yang terjaga, keanekaragaman hayati yang lestari, fungsi tanah yang terjaga dan juga siklus hidrologi yang terjaga. Ketika ekologi dan ekosistem sudah terjaga dengan baik, tentunya akan membawa pengaruh positif terhadap social dan ekonomi. Dimana dampak postif social ekonomi tersebut dapat meningkat pendapatan negara, karena adanya peningkatan pendapatan industri berbasis hutan, menarik kedatangan wisatawan, peluang biobank, peluang bioprospeksi dan pembayaran jasa ekosistem, produksi pertanian yang berkelanjutan dan perikanan yang berkelanjutan.
Resiko dan tantangan tentunya tidak akan terlepas jika green economy ini mulai diterapkan. Resiko terbesar yang akan dihadapi tentunya adanya pengurangan jumlah tenaga kerja dibidang industry karena telah beralih ke pengelolaan yang berkelanjutan. Tetapi hal ini merupakan efek jangka pendek saja, karena dalam jangka panjang pastinya sudah ada penyesuaian-penyesuaian dari dilaksanakannya green economy ini. Dimana nantinya pemerintah dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang berbasis lingkungan. Selain itu tantangan tersebsar yang akan dihadapi dan timbul pertanyaan yaitu siapa yang akan mengawasi pelaksanaan green economy ini? Apakah akan dibentuk suatu badan khusus? Tentunya ini mejadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk terus melakukan perubahan dan persiapan menuju era green economy.

Penerapan green economy sehari-hari  memang tidak mudah. Perlu adanya kesadaran dari setiap individu untuk melakukannya. Selain itu, penyuluhan dan pengenalan lebih lanjut mengenai prinsip kerja ekonomi hijau perlu disosialisasikan secara meluas meliputi berbagai kalangan terutama anak-anak dan remaja. Sosialisasi dini mengenai ekonomi hijau pada anak dan remaja dinilai akan memberi dampak positif yang cukup signifikan bagi kelestarian sumber daya dan penanggulangan kerusakan lingkungan yang lebih lanjut.

Sebagai orang dewasa dan orang tua, ada baiknya jika Anda memberikan contoh yang baik berkaitan dengan konsep green economy. Misalnya menyalakan AC seperlunya, mematikan lampu jika sudah tidak digunakan, menghemat listrik dengan mengurangi penggunaan lampu pada siang hari, melakukan pekerjaan ringan secara manual, menggunakan benda-benda yang dapat didaur ulang, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan sebagainya. Selain itu, orang tua juga dapat memperkenalkan anak-anak pada pentingnya lingkungan bagi kehidupan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak mereka mengunjungi tempat-tempat bertemakan lingkungan seperti mengunjungi objek wisata pantai, danau, gunung, dan sebagainya. Kegiatan ini lebih bermanfaat dibandingkan dengan membiarkan anak bermain internet atau video games setiap harinya.

Disisi lain, green economy juga dapat dilakukan dengan pembatasan pengeksploitasian sumber daya alam. Untuk mengantisipasi berkurangnya energi dari alam, dapat dilakukan dengan mengoptimalkan bentuk-bentuk penemuan baru yang lebih menghemat energi. Pada intinya, menerapkan ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari dengan dimulai dari diri sendiri akan sangat membantu perwujudan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan generasi selanjutnya.
Gerakan green economy atau ekonomi hijau memang memiliki banyak manfaat bagi hidup manusia dan lingkungan sekitarnya. Pengendalian diri, penghematan energi, dan bijak dalam memilih produk untuk sehari-hari adalah kunci kesuksesan penerapan ekonomi hijau dalam kehidupan. Namun, masih banyak warga masyarakat yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya penerapan ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, sebagai orang yang bijak, mari kita terapkan green economy mulai dari diri kita sendiri dan mulai dari lingkungan terdekat kita.









Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -