- Back to Home »
- PENGARUH KEBIJAKAN INVESTASI SEKTOR RILL PADA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA
Posted by : Unknown
Minggu, 21 Juni 2015
PENGARUH KEBIJAKAN INVESTASI SEKTOR RILL PADA PEMBANGUNAN
EKONOMI DI INDONESIA
Pembangunan suatu negara disebut menjadi salah satu faktor
penting untuk mencerminkan negara tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dasarnya diketahui karena adanya pemasukan dana di suatu negara
ke dalam sistem ekonomi. Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi suatu negara sangatlah diharapkan dari tingginya tingkat
konsumsi masyarakat. Akan tetapi, yang
terjadi konsumsi masyarakat tidak akan berkembang tanpa adanya bertumbuhnya
pendapatan di sektor rill. Jadi jelaslah bahwa pertumbuhan pada sektor rill
memiliki suatu peranan yang sangatlah penting dalam proses pertumbuhan ekonomi.
Oleh karena itu, pertumbuhan sektor riil memerlukan investasi demi menjaga
berkesinambungan pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Oleh karena itu, salah satu cara diambil dan
dijalankan dengan bantuan lembaga keuangan internasional dan mengundang
sejumlah investor untuk menanamkan modal di indonesia. Dukungan pemerintah begitu amat penting
dalam kelanjutan pembangunan ekonomi di Indonesia, serta dukungan non materill
juga sangat dibutuhkan, disemua tingkat pemerintahan daerah maupun pusat, dan
dari masyarakat itu sendiri.
Dalam menarik PMA negara Indonesia sangatlah buruk daya
saingnya, apabila dibandingkan dengan PMA perkembangan negara lain. Alangkah
baiknya, pemerintah Indonesia memaksimalkan betul peran serta posisinya sebagai
pemimpin arah dan penentu jalan pembangunan ekonomi dengan kewenangan dan
fasilitasinya. Sebagian besar optimum investasi mengacu keadaan iklim investasi
di negeri itu, sehingga apapun jenis investasi yang masuk wajib mengarah pada
perencanaan serta kebijakan yang telah dibuat, dan diarahkan penciptaan
lapangan pekerjaan dan peningkatan produksi.
Terdapat berbagai hal-hal terpenting yang menjadi titik
tujuan kerja pemerintah yang berhubungan dengan rencana investasi ke depannya,
diantaranya:
- Mengenai kelembagaan yang mengarah pada memperkuat kelembagaan pelayanan investasi yakni dengan pengubah UU mengenai penanaman modal, mengubah peraturan terkait, sinkronisasi peraturan yang meghambat investasi serta kejelasan mengenai ketentuan AMDAL
- Mengarah kepada kapabean bea dan cukai dengan melakukan mempercepat kinerja arus barang, meningkatkan perkembangan peranan kawasan industri, pemberantasan penyelundupan-penyulundupan, mempercepat registrasi serta pengajuan cukai.
- Memfokuskan pada perpajakan dengan insentif perpajakan pada investasi, PPN untuk mempromosikan impor, serta melindugi hak wajib pajak.
- Mendukung dan menciptakan perluasan lapangan pekerjaan yang fleksibel serta produktif, perlindungan penempatan TKI luar negeri, menyelesaikan perselisihan hubungan industrial dengan cepat dan berkeailan, mempercepat proses perizinan ketenagakerjaan,
- Memberdayakan usaha kecil menengah dan koperasi
Kebijakan ini merupakan hanya segelintir dari total peranan
pemerintah balam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jadim untuk itu pemerintah
harus memiliki kinerja yang baik dengan meningkatkan terus kinerjanya sebab pembangunan itu mencakup keseluruhan
walaupun direalisasikan secara bertahap.
Terdapat berbagai macam masalah-masalah dalam pelaksaan
kebijakan investasi yang memiliki kaitan dengan daerah yakni keadaan
infrastruksur yang buruk, dalam kebijakan terkadang tidak jelas dan tidak pasti,
mengeni pajak dalam mengurusnya sangat sulit dan rumit, prosedur perdagangan
yang sulit dan rumit, dan semakin mahalnya upah . selain hal itu, ada beberapa
faktor yang mempengaruhi pada berjalan atau tidaknya dalam investasi di
Indonesia. Faktor tersebut juga meliputi pada stabilitas ekonomi, kondisi
infraksturktur suatu daerah, berfungsi atau tidaknya sektor pembiayaan pasar
tenaga kerja, regulasi dan perpajakan, birokrasi masalah pemeritahan yang
melakukan tindak pidana korupsi. Selama ini rencana serta pelaksaan kebijakan
investasi belumlah menunjukkan hasil yang memuaskan dan maksimal.
Kelembagaan publik pemerintah pusat maupun daerah dengan
meningkatkan kekuatan. Terdapat alasan-alasan yang menyatakan suatu kebijakan
dapat diatakan berhasil yaitu kebjakan yang dilakukan berjalan eketif dari
teknis maupun substantive, kinerja yang pemerintah pusat maupun daerah
dilakukan dengan efisien, terncana dan berhasil, badan pelaksanaannya dan kebijakannya memang
bagus. Hal ini seimbang apabila dikaitkan
dengan kebijakan investasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kemampuan dalam
melaksanakan kebijakan membutuhkan kuatnya kelembagaan pemerintah serta
merupakan sesuatu yang penting jikalau pemerintah mau menyerahkan semua ataupun
sebagian wewenang pada lembagan pelaksana demi mewujudkan kebiajakan-kebijakan
tersebut.
Dalam pelaksanaan dengan memperkuat kelembagaan wajib
dilaksanakan dalam tingkat pemerintaj pusat. Terdapat beberapa hal yang harus
dilakukan diantaranya boaya ekonomi tinggi seitar wilayah pusat, kepastian akan
hukum, kemampuan promosi pemerintah, penciptaan iklim ekonomi yang kondusif
secara makro, berinovasi dalam melayani.
Dapat disimpulkan bawhwa penguatan dari peranan pemerintah
itu sangatlah penting demi mendukung kebijakan investasi itu sendiri. Tanpa
bantuan dari lembaga dan kapasitas yang cukup maka tidak bisa diwujudkan.
Malahan tujuan yang hendak diwujudkan akan terasa sulit dan malah hilng
nantinya peluang tersebut. Pemerintah perlu melakukan penaatan yang baik fungsi
dari organisasi serta manajemen sekarang. Keterbukaan terhadap fungsi
organisasi dan model manajemen sangat harus dilaksanakan.
KEBIJAKAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERWAWASAN
LINGKUNGAN
Dalam situasi dan kondisi pembangunan daerah menghadapi
tantangan yang sangat serius dampak krisis ekonomi dan globalisasi, pembangunan
daerah sebaiknya diletakkan dalam tatanan strategi memberdayakan masyarakat itu
sendiri, melaksanakan agenda ekonomi sekarang yaitu dengan melalui pemhakan
sitem ekonomi kerakyatan untuk menyelesaikan beragam tantangan pembangunan
ekonomi yang ada saat ini. Perwujudan paradigma pembangunan yang berkelanjutan
tentulah harus memfokuskan pada manusia yang merupakan upaya pemberdayaan
masyarakat dalam rangka ke arah pembangunan.
Pengarahan mengenai pembangunan itu ditujukan demi
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui struktur masyarakat yang muncul
berkembang dan ditingkatkan menurut kemampuan masyarakat itu senidiri. Sadar
akan potensi serta keahlian masyarakat dalam pembangunan daerah yang dilakukan
melalui strategi pemberdayaan dan pemhakan menuju masyarakat yang terus maju,
mandiri memiliki daya saing, sejahtera.
Tujuan baru dalam pembangunan ekonomi layaknya yang terdapat
pada undang-undang ialah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Tujuan
baru pembangunan adalah cara yang ditempuh pembangunan dengan cara meletakkan
dengan integrasi bermacam-macam upaya yakni, upaya pemberdayaan dan pemihakan
masyarakat, upaya pemantapan otonomi daerah, upaya modernisasi melalui
perubahan struktur ke arah fungsional yang berkelanjutan.
Kebijakan umum dalam pemberdayaan masyarakat serta
pembangunan daerah. Mengembangkan kapasitas masyarakat yang dilaksanakan dengan
memihak pada yang dibelakang, dan dalam lingkup pemerintahan berarti
pemberdayaan pemerintahan daerah yang dikerjakan dengan memantapkan pelaksanaan
otonomi daerah. Pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan
dengan sumber dana BLM yang bersifat block grant untuk mebiayai segala kegiatan
yang bisa dimanfaatkan masyarakat itu sendiri. Bantuan yang dimaksud dapat
berupa terus berusaha meningkatkan kemampuan SDM , menggerakkan perubahan
struktur ekonomi rakyat demi mewujujudkan kesejahterannya, membangun prasarana yang
dapat mendukung semua kegiatan ekonomi rakyat, terus meningkatkan kelembagaan
masyarakat, terus mengembangkan arah dan evaluasi yang menjadi dasar penilaian
dampak setiap program maupun bantuan.
Sangatlah
wajar harus terus meningkatkan penciptaan kondisi yang dapat mendukung
kemampuan masyarakat untuk mendapatkan serta memanfaatkan hak hak dalam rangkat
meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.terdapat berbagai macam masalah yang harus diselesaikan dan ditinjau
dari bidang ekonomi, yaitu sebagai berikut:
- Melemahnya sistem kelembagaan ekonomi demi memberikan ruang untuk masyarakat tepatnya untuk masyarakat kecil dalam meningkatkan usaha ekonomi yang memiliki daya saing kuat.
- Menurunnya penciptaan jalur masyarakat ke dalam sumber daya ekonomi berisi modal, lahan, teknik produksi
- Melemahnya kemampuan masyarakat kecil derah demi membangun organisasi ekonomi masyarakat yang bisa meningkatkan posisi daya saingnya.
Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.