kebijakan dalam menghadapi persaingan globalisasi dan liberalisasi



    • kebijakan dalam menghadapi persaingan globalisasi dan liberalisasi


      Dalam menghadapi era liberalisasi ekonomi Asia Pasifik (APEC) dan dunia (WTO) yang tidak mungkin dihindari, pergeseran basis kompetitif dari sumber daya alam kepada sumber daya manusia, sudah menjadi tuntutan mutlak. Sebab, hanya negara-negara yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas sajalah yang akan mampu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakatnya dengan cepat. Negara-negara yang hanya mengandalkan kekayaan SDA tetapi mengabaikan kualitas SDM, tidak akan mampu bersaing dalam dunia internasional dibandingkan dengan negara yang mempunyai SDA terbatas namun memiliki SDM yang unggul”

      Untuk menghindari kekalahan dalam persaingan global ini, maka suatu negara harus melakukan upaya-upaya reformasi dalam kebijakan publiknya. Bahkan Tanri Abeng (1997: 91) menegaskan bahwa proses globalisasi selalu menghendaki dilakukannya transformasi manajemen bagi setiap organisasi, baik privat maupun organisasi publik. Tuntutan akan perlunya transformasi manajemen atau penerapan paradigma baru manajemen

      Menurut saya proses globalisasi yang sedang melanda dunia sekarang ini melahirkan kebutuhan mengkaji ulang pola-pola manajemen yang dilaksanakan sekarang untuk diubah dan disesuaikan agar mampu menanggapi tantangan jaman.
      pola manajemen modern ini tidak hanya perlu dikembangkan dalam lingkungan bisnis, tetapi lembaga pemerintah dan organisasi kemasyarakatan umumnya juga perlu mengembangkan pola manajemen modern, sungguhpun tidak serupa dengan keperluan bisnis  tetapi paling tidak sesuai dengan keperluan untuk menanggapi tantangan global Perlunya transformasi manajemen sektor publik ini dilatar belakangi oleh suatu masalah yang sangat krusial, yaitu bagaimana menciptakan efisiensi kerja serta mendorong kinerja sektor publik. Sebab, kondisi aktual maupun faktual selama ini menunjukkan bahwa organisasi pemerintah masih cenderung bersifat organik dengan mekanisme kerja yang tidak efisien serta kurang memiliki daya saing yang memadai dibanding sektor privat atau swasta, apalagi dibandingkan dengan pihak luar negeri.

      Kompetensi intelektual sangat diperlukan sehubungan dengan perkembangan berbagai bidang disiplin ilmu serta kemajuan masyarakat yang sangat pesat, sehingga aparatur pemerintah dituntut untuk dapat menghadapi setiap permasalahan dengan wawasan yang tajam dan analitis, sehingga dapat ditentukan kebijakan atau keputusan yang tepat, akurat dan bermanfaat. Kompetensi manajerial dibutuhkan mengingat bahwa kelompok aparatur sesungguhnya merupakan pemimpin (elite) dari masyarakat luas (massa). Menghadapi massa yang demikian heterogen disegala aspeknya, maka kepemimpinan yang partisipatif, responsif dan antisipatif menadi kebutuhan yang sangat mendesak. Adapun kompetensi behavioral atau perilaku, juga sangat diperlukan didalam era globalisasi yang sangat transparan ini. Sebab, sistem norma, kaidah atau nilai yang dibawa oleh arus globalisasi seringkali menjadikan orang cenderung individualis dan liberalis yang hanya mengejar keuntungan materi saja; sementara kaidah-kaidah humanisme, moralisme, keharmonisan, kekeluargaan dan kebersamaan justru dilupakan.

      globalisasi akan mengakibatkan terjadinya keterkaitan antar bangsa dan persaingan antar bangsa. Keterkaitan dan persaingan tersebut secara konkrit diwujudkan dalam hubungan perdagangan. Oleh karena itu, hanya bangsa atau negara yang memiliki daya saing (produk dan SDM) tinggi dengan dukungan struktur usaha yang lincah, sistem kerja yang efisien, serta budaya korporasi yang berbasis pada jiwa kewirausahaan, yang akan mampu memanfaatkan peluang globalisasi seoptimal mungkin.

      Selain itu dalam lingkup ASEAN telah disepakati adanya AFTA (Asean Free Trade Agreement) yang merupakan bagian dari agenda pembentukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau Asean Economics Community. AFTA akan berlaku secara mutlak pada tahun 2015 (Sastraatmadja, 2006). Hal ini juga secara otomatis akan membawa dampak kepada bagaimana pustakawan di ASEAN akan saling berkompetisi dan juga bersaing dalam tingkat Asia Tenggara sendiri.

      Menurut saya ada dampak positif dari globalisasi itu sendiri seperti Dampak positif globalisasi antara lain:
       Semakin terbukanya pasar untuk produk-produk ekspor, dengan catatan produk ekspor Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha di Indonesia untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
          Semakin mudah mengakses modal investasi dari luar negeri. Apabila investasinya bersifat langsung, misalnya dengan pendirian pabrik di Indonesia maka akan membuka lapangan kerja. Hal ini bisa mengatasi kelangkaan modal di Indonesia
          Semakin mudah memperoleh barang-barang yang dibutuhkan masyarakat dan belum bisa diproduksi di Indonesia
          Semakin meningkatnya kegiatan pariwisata, sehingga membuka lapangan kerja di bidang pariwisata sekaligus menjadi ajang promosi produk Indonesia.
      Dampak negatif globalisasi bagi kegiatan ekonomi di Indonesia terutama bersumber dari ketidaksiapan ekonomi Indonesia dalam persaingan yang semakin bebas. Berikut adalah dampak negatif globalisasi terhadap perekonomian adalah :
          Kemungkinan hilangnya pasar produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi negara lain yang lebih murah dan berkualitas. Misalnya produk pertanian kita kalah jauh dari Thailand. 
          Membanjirnya produk impor di pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Misalnya, ancaman produk mainan Cina yang lebih murah bagi industri mainan di tanah air.
          Ancaman dari sektor keuangan dunia yang semakin bebas dan menjadi ajang spekulasi. Investasi yang sudah ditanam di Indonesia bisa dengan mudah ditarik atau dicabut jika dirasa tidak lagi menguntungkan. Hal ini bisa memengaruhi kestabilan ekonomi.
          Ancaman masuknya tenaga kerja asing (ekspatriat) di Indonesia yang lebih profesional SDMnya. Lapangan kerja di Indonesia yang sudah sempit jadi semakin sempit.

      Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga Indonesia yang mencintai Indonesia wajib hukumnya untuk mendukung Indonesia agar bisa sejahtera. Misalnya dengan membeli produk dalam negeri karena pasar kita yang sudah tersaingi oleh pasar luar negeri di era globalisasi ini. Globalisasi membawa pengaruh positif terhadap Indonesia, tetapi tidak kalah juga dengan contoh yang telah disebutkan diatas dampak negatifnya. Dalam hal Globalisasi ini, peran pemerintah dalam suatu negara sangat diperlukan, mengingat segala aspek yang dilakukan adalah demi tercapainya suatu keadaan negara yang lebih baik. Pemerintah perlu menyikapi kehadiran globalisasi disini secara intensif dan berkelanjutan (berkala). Karena dampak/pengaruh negatif dari globalisasi ini jika dibiarkan secara terus menerus maka sama saja akan memutarbalikkan keadaan bahkan membuat keadaan (kehidupan masyarakat) Indonesia semakin terpuruk. Kesenjangan dan ketimpangan akan terjadi dan akan terus terjadi, baik antar wilayah, maupun kedudukan sosial di Indonesia.

      Dampak positif yang ditimbulkan akibat adanya perdagangan bebas di Indonesia terhadap bidang ekonomi politik, seperti memperluas pasar dan menambah keuntungan serta adanya transfer teknologi, ternyata tidak dirasakan secara signifikan oleh segala kalangan. Justru yang dirasakan adalah pertama peran negara sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat semakin tereduksi oleh kekuatan pasar yang tidak mempunyai agenda sosial dan usaha pengentasan kemiskinan. Kedua, Adanya hambatan nontarif yang menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, kemiskinan, ketidakseimbangan, dan lumpuhnya perekonomian nasional.
      Beberapa upaya yang telah maupun belum terealisasi ditempuh oleh pemerintah Indonesia dalam mengatasi dampak-dampak dari perdagangan bebas di bidang ekonomi politik, antara lain yang paling mendasar dan pokok ialah dengan memperbaiki kebijakan ekonomi politik Indonesia terkait dengan perdagangan bebas, menanamkan pendidikan cinta produk dalam negeri sejak dini, serta meningkatkan kualitas produk-produk di dalam negeri.

      Jadi menurut saya saran saya adalah Pemerintah perlu memperhitungkan kembali sistem ekonomi Indonesia yang Bebas Aktif, serta harus bisa bertindak tegas dan berpedoman pada falsafah Bangsa Indonesia yaitu Pancasila dalam setiap mengambil kebijakan.
      Kemudian upaya antisipasi yang belum terealisasi tersebut hendaknya segera dilaksanakan apabila dirasa dapat menstabikan ekonomi politik Indonesia.
      Serta sebaiknya pengalaman dalam sejarah perkembangan bangsa Indonesia yang telah lalu dijadikan guru yang terbaik.



      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari

    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Pentingnya Perkembangan Sektor Industri dan Industrialisasi

    • Pentingnya Perkembangan Sektor Industri dan Industrialisasi  


      Peningkatann sektor industri dapat ditujukan demi mempereratnya kapasitas industri suatu daerah, lebih tepatnya industri-industri yang memiliki sifat kopetitif unggulan. Sebab dibuatnya rencana meningkatkan sektor industri, tentu saja sangatlah diinginkan bisa mengembangan penghasilan para pemilik serta karyawan industri itu sendiri, dan tak lupa menetapkan struktur industri di pelosok desa agar bisa memberikan suau nilai lebih untuk desa tersebut. Diluar dari segi industrialisasi, yang bisa kita lihat adalah jumlah penduduk Indonesia yang merupata terpadat ketiga setelah India dan China. Akan tetapi Indonesia bisa digolongkan sebagai salah satunya indikator level industrialisasi yaitu sumbangan sektor industri dalam Gross Dosmetic Product (GDP). Ika dilihat dari ukuran ini sektor industri Indonesia berada di posisi belakang dengan ketertinggalannya dari sejumlah negara-negara ASEAN. Dua ukuran lain ialah tingginya nilai tambah yang dihasilkan sektor industri dan nilai tambah perkapitanya.

      Yang lebih mencemaskan, hingga saat ini fondasi dan struktur ekonomi Indonesia masih rapuh, sangat bergantung pada eksploitasi SDA yang miskin hilirisasi dan nilai tambah.Pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir lebih dari 70 persen berasal dari konsumsi, ekspor komoditas mentah, aliran masuk ’uang panas’, dan sektor non-tradable seperti properti, hotel, malls, dan jasa angkutan.Sementara itu, kita mengimpor mesin dan peralatan mesin, bahan baku dan bahan penolong untuk memasok industri nasional.Barang-barang konsumsi (consumer goods) buatan luar negeri seperti kulkas, mesin cuci, microwave, oven, kipas angin, AC, komputer, dan HP membanjiri pasar domestik di seluruh wilayah Nusantara.Akhir-akhir ini kita mengimpor pesawat terbang, kapal perang, dan alutsista dalam jumlah yang sangat besar.Bahkan, ironisnya Indonesia kini menjadi bangsa pengimpor pangan terbesar di dunia, mulai dari beras, jagung, gandum, kedelai, gula, buah-buahan, bawang putih, ikan sampai garam.

      Faktor-Faktor yang dapat menghambat perkembangan perindustrian adalah keterbatasan serta kurangnya perluasan penelitian dalam bidang teknologi menghambat kemampuan produksi, minimnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk mendapatkan danmengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru, sedikitnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi. Untuk menyelesaikan hambatan-hambatan tersebut, mulai sekarang kita harus membangun perekonomian negara ini berbasis industri yang inovatif, inklusif, dan ramah lingkungan. Suatu sistem perkonomian yang mampu menghasilkan barang dan jasa (goods and services) yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun ekspor secara berkelanjutan. Ciri dari barang dan jasa yang kompetitif adalah kualitasnya unggul, harganya relatif murah, dan volume produksinya teratur serta dapat memenuhi kebutuhan konsumen (pasar) domestik maupun ekspor setiap saat diperlukan.Barang dan jasa dengan tiga ciri semacam itu hanya dapat diproduksi oleh perusahaan (unit usaha) yang memiliki produktivitas dan efisiensi yang tinggi.Yakni perusahaan yang memenuhi skala ekonomi, menggunakan teknologi mutakhir dalam setiap mata rantai sistem bisnisnya, menerapkan manajemen sistem rantai suplai (produksi – processing – pemasaran) secara terpadu, dan mengikuti prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.

      Dalam jangka pendek dan menengah, kita mesti memperkuat dan mengembangkan perusahaan-perusahaan nasional berskala besar (korporasi) maupun UMKM yang mampu menghasilkan barang dan jasa yang kompetitif, membuahkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, menyerap banyak tenaga kerja dengan pendapatan rata-rata sedikitnya pendapatan minimal untuk negara berpendapatan menengah atas, dan  tersebar secara proporsional di seluruh wilayah NKRI ini sangat mungkin kita realisasikan dengan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan nilai tambah sektor-sektor ekonomi SDA (pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, ESDM, dan pariwisata) secara berkeadilan dan ramah lingkungan.Melakukan ekstensifikasi dan diversifikasi sektor ekonomi SDA berbasis inovasi ramah lingkungan, terutama di luar Jawa dan Bali.Selain itu, kita harus merevitalisasi industri-industri yang selama ini menjadi unggulan nasional (seperti tekstil, elektronik, otomotif, makanan dan minuman, dan industri kreatif) supaya lebih produktif dan berdaya saing di pasar domestik maupun global.

      Transformasi struktur ekonomi juga mencakup peningkatan kapasitas bangsa untuk mendiversifikasi struktur produksi domestik, mengembangkan sektor-sektor ekonomi baru (seperti kelautan, teknologi informasi, energi baru dan terbarukan, bioteknologi, nanoteknologi, dan new materials); memperkokoh keterkaitan ekonomi (economic linkages) antar sektor pembangunan dan antar wilayah; dan meningkatkan peran Indonesia dalam sistem rantai produksi global agar lebih sebagai bangsa prodsuen, bukan konsumen seperti dalam sepuluh tahun terakhir.
      Perindustrian di Indonesia telah berkembang pesat. Namun perindustrian yang telah majutersebut tampaknya malah menjadi malapetaka bagi sektor pertanian. Dengan semakin banyaknya pabrik yang berdiri di setiap daerah
       bahkan daerah pedesaan telah menggusurlahan-lahan pertanian produktif yang jika tetap digunakan dapat menghasilkan komoditas pertanian yang unggul. Selain itu hujan asam 
      yang timbul akibat adanya pencemaran darigas-gas beracun yang tersebar di udara oleh pabrik-pabrik tersebut dapat merusak tanamandan tanah sehingga hasil yang didapat sangat tidak bagus bahkan kurang baik jika dikonsumsi oleh manusia.

      Dampak Industrialisasi Di Indonesia, pengalaman beberapa negara berkembang khususnya negara-negara yang gandrungmemakai teknologi dalam industri yang ditransfer dari negara-negara maju (core industry)untuk pembangunan ekonominya seringkali berakibat pada terjadinya distorsi tujuan. Keadaan ini terjadi karena aspek-aspek dasar dari manfaat teknologi bukannya dinikmati olehnegara importir, tetapi memakmurkan negara pengekpor atau pembuat teknologi. Negara pengadopsi hanya menjadi konsumen dan
       ladang 
      pembuangan produk teknologi karenatingginya tingkat ketergantungan akan suplai berbagai jenis produk teknologi dan industridari negara maju Alasan umum yang digunakan oleh negara-negara berkembang dalammengadopsi teknologi (iptek) dan industri, searah dengan pemikiran Alfin Toffler maupunJohn Naisbitt yang meyebutkan bahwa untuk masuk dalam era globalisasi dalam ekonomidan era informasi harus melewati gelombang agraris dan industrialis. Hal ini didukung olehitikad pelaku pembangunan di negara-negara untuk beranjak dari satu tahapan pembangunanke tahapan pembangunan berikutnya.
      Dukungan SDM inovatif dalam melaksanakan strategi industrialisasi di atas, kita harus meningkatkan kapasitas bangsa dalam menguasai, menghasilkan, dan menerapkan inovasi IPTEKS (Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni) dalam segenap aspek kehidupan, khususnya di bidang industri dan ekonomi.

      Supaya kapasitas inovasi bangsa Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara industri maju, maka kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) mesti terus menerus ditingkatkan, sehingga memiliki pengetahuan, keahlian, daya inovasi, dan etos kerja yang unggul.Ini dapat dilakukan melalui penguatan dan pengembangan sistem pendidikan, R & D (Penelitian dan Pengembangan), pelatihan, dan pelayanan kesehatan prima.

      Sistem pendidikan mesti dirombak agar mampu menumbuh-kembangkan budaya inovasi. Bukan hanya budaya menghafal seperti sekarang. Pemerintah berkewajiban mengajak perusahaan-perusahaan swasta nasional maupun internasional untuk ’mengindustrikan’ hasil-hasil penelitian dari Perguruan Tinggi, BPPT, LIPI, dan lembaga penelitian lain, dari tahap prototipe (skala laboratorium) menjadi produk teknologi komersial yang laku di pasar domestik maupun global.
      Dengan melaksanakan peta jalan pembangunan ekonomi berbasis inovasi seperti di atas, kita akan mampu mengatasi permasalahaan khronis bangsa seperti pengangguran, kemiskinan, kesenjangan kaya vs miskin, impor pangan dan energi, dan daya saing yang rendah.

      Dapat disimpulkan bahwa industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barangsetengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya,termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.Di Indonesia industri masih sangat ketertinggalan dari negara-negara lainnya, bahkankalah dengan industri negara yang kecil, padahal di Indonesia potensi untuk di adakannya perindustrian itu sangat bagus. Namun ada
       bebarapa faktor yang mempengaruhinya seperti kurangnya SDM, kurangnya teknologi dan pendanaan dari pemerintah. Pada saat sekarang ini, industri di Indonesia mengalami kemajuan banyak industri-industri kecil yang muncul.Akan tetapi, hal ini kurang tepat, karena menimbulkan beberapa dampak yang tidak baik,karena industri-industri di Indonesia tidak memperhatikam permasalah lingkungan terutama permasalahan limbah yang tidak terorganisir 
      secara baik. 
      Meskipun dalam upaya yangdilakukan oleh bangsa ini, supaya perindustrian di Indonesia tidak tertinggal telah dibuatkebijakan tentang perindustrian namun pada kenyataannya kebijakan itu belum sepenuhnya efektif.







      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.



    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Konsep Ekonomi Hijau Dalam Pembangunan Ekonomi Berkesinambungan

    • Konsep Ekonomi Hijau Dalam Pembangunan Ekonomi Berkesinambungan

      Mengetahui tentang apa itu green economy (ekonomi hijau) sebenarnya tidaklah sulit. Dapat diartikan bahwa ekonomi hijau itu adalah perekonomian yang tidak merusak dan mengganggu lingkungan hidup disekitarnya.  Green Economy dapat diartikan perekonomian dengan rendah tingkat emisi karbondioksida yang dihasilkan terhadap lingkungan, menghemat sumber daya alam serta berkeadilan sosial. Tidak hanya itu, Green Economy juga sebagai suatu model pembangunan ekonomi berkesinambungan dengan memakai pengetahuan ekonomi ekologis serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat.

      Pembangunan ekonomi sangatlah bergantung pada perkembangan tingkat produksi yang mampu membuahkan perbaikan ekonomi, hanya saja gagal pada sosial serta lingkungan, dapat dicontohkan semakin tinggi tingkat emisi gas efek rumah kaca, gundulnya hutan-hutan yang menjadikan hilangnya habitat aneka spesies didalamnya. Selain itu juga terjadinya ketimpangan antara golongan negara kaya dengan negara miskin. Jadi, konsep ekonomi hijau ini sangatlah diharapkan untuk menjadi jembatan pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta tidak mengganggu lingkungan serta menghemat pemakaian sumber daya alam. Semua tentu memerlukan usaha untuk merubah perilaku mka akan membuahkan hasil yang diinginkan. Namun pada saat peraturan Green Economy dilaksanakan di lapangan, akan terjadi perselisihan antar pelaku ekonomi. Tentunya ini mengakibatkan Green Economy menjadi rumit dan sulit dikerjakan tanpa adanya kesiapan antara pelaku ekonomi. maka, tentu sangat berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan sangatlah dibutuhkan untuk dilaksanakan.

      Green Economy juga memiliki konsep penghitungan GDP sendiri yakni Green GDP, dikarenakan cara penghitungan yang berbeda dengan penghitungan GDP biasa atau GDP konvensional, dimana pada Green GDP sumbangan sumber daya alam terhadap pembangunan dan biaya-biaya yang disebabkan oleh adanya polusi dan degradasi lingkungan, dimasukkan dalam perhitungan. Dari segi metode perhitungan metode perhitungan Green GDP  secara teori dibagi menjadi 3 jenis:
      • PDB hijau diperhitungan dengan deplesi lingkungan.
      • PDB hijau berdasarkan degradasi lingkungan.
      • PDB hijau diukur berdasarkan pengeluaran untuk perlindungan lingkungan.

      Konsep dari Green GDP sangat bagus untuk diterapkan, tetapi masih jarang dapat dilakukan karena keterbatasan merubah kerugian yang ditimbulkan ke dalam satuan hitung moneter. Konsep ekonomi hijau melengkapi konsep pembangunan berkelanjutan. Prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan adalah “ memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi di masa depan ” . Sehingga dapat dikatakan bahwa ekonomi hijau adalah motor utama pembangunan berkelanjutan.

      Kerusakan lingkungan terutama pada sumber daya alam dan juga kekayaan lingkungan menjadi hal menakutkan bagi seluruh umat manusia di dunia. Bagaimana tidak, jika kerusakan lingkungan yang semakin bertambah buruk setiap tahunnya tidak segera ditangani, maka yang terjadi adalah kerusakan bumi yang parah. Tak ayal lagi banyak yang menyebutnya sebagai kiamat lingkungan atau berakhirnya fungsi lingkungan yang bermanfaat bagi manusia. Sungguh mengerikan untuk dibayangkan.Selain kerusakan lingkungan yang berupa sumber daya, kerusakan lingkungan seperti efek rumah kaca juga semakin meningkat. Hal ini menyebabkan bumi menjadi tempat yang tidak lagi nyaman untuk ditinggali baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Oleh karenanya perlu adanya penanganan yang serius dan menyeluruh yang tentunya melibatkan seluruh umat manusia di dunia.

      Salah satu wujud upaya penanggulangan kerusakan lingkungan yang lebih parah, PBB pada tahun 2011 mencetuskan sebuah ide yang dijuluki green economy atau ekonomi hijau. Ekonomi hijau adalah sebuah upaya penyelamatan lingkungan yang melibatkan seluruh negara di dunia yang tergabung dalam organisasi PBB. Ekonomi hijau diterapkan dengan cara penghematan sumber energi seperti listrik, panas, dan sebagainya. Ekonomi hijau memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan hidup manusia.

      Penghematan sumber energi dan pelestarian lingkungan yang menjadi prinsip dari gerakan ekonomi hijau memberikan efek yang signifikan terhadap keselamatan lingkungan itu sendiri. Manusia tidak sepatutnya hanya mampu mengeksploitasi lingkungan saja, namun juga harus memiliki usaha untuk melestarikan dan menyelamatkan lingkungan tempat hidupnya untuk kelestarian bumi selanjutnya.
      Solusi untuk berbagai permasalahan pelaksaan Green Economy yakni diantaranya  mendifinisikan kembali hak dan kewajiban masyarakat, memperbaiki pembangunan pola gaya hidup manusia, pengelolaan energi dan sumber daya alam, kegiatan riset dan pengembangan yang fokus dan berkesinambungan, regulasi dan kebijakan yang efektif dan konsisten, pemerintahan yang bersih, memberdayakan UKM dan kewirausahaan sosial.

      Green economy dapat dilakukan dengan banyak cara diantaranya adalah kita dapat melakukan pengelolaan berkelanjutan  dengan pengelolaan kayu berkelanjutan, pertambangan yang bertanggung jawab, dan perencanaan tata ruang yang koheren. lain itu dapat juga dengan menjaga ekologi, dimana hasilnya nanti akan didapatkan dampak positif dari ekologi itu sendiri yaitu hutan primer dan sekunder yang terjaga, keanekaragaman hayati yang lestari, fungsi tanah yang terjaga dan juga siklus hidrologi yang terjaga. Ketika ekologi dan ekosistem sudah terjaga dengan baik, tentunya akan membawa pengaruh positif terhadap social dan ekonomi. Dimana dampak postif social ekonomi tersebut dapat meningkat pendapatan negara, karena adanya peningkatan pendapatan industri berbasis hutan, menarik kedatangan wisatawan, peluang biobank, peluang bioprospeksi dan pembayaran jasa ekosistem, produksi pertanian yang berkelanjutan dan perikanan yang berkelanjutan.
      Resiko dan tantangan tentunya tidak akan terlepas jika green economy ini mulai diterapkan. Resiko terbesar yang akan dihadapi tentunya adanya pengurangan jumlah tenaga kerja dibidang industry karena telah beralih ke pengelolaan yang berkelanjutan. Tetapi hal ini merupakan efek jangka pendek saja, karena dalam jangka panjang pastinya sudah ada penyesuaian-penyesuaian dari dilaksanakannya green economy ini. Dimana nantinya pemerintah dapat membuka lapangan pekerjaan baru yang berbasis lingkungan. Selain itu tantangan tersebsar yang akan dihadapi dan timbul pertanyaan yaitu siapa yang akan mengawasi pelaksanaan green economy ini? Apakah akan dibentuk suatu badan khusus? Tentunya ini mejadi pekerjaan rumah bagi kita semua untuk terus melakukan perubahan dan persiapan menuju era green economy.

      Penerapan green economy sehari-hari  memang tidak mudah. Perlu adanya kesadaran dari setiap individu untuk melakukannya. Selain itu, penyuluhan dan pengenalan lebih lanjut mengenai prinsip kerja ekonomi hijau perlu disosialisasikan secara meluas meliputi berbagai kalangan terutama anak-anak dan remaja. Sosialisasi dini mengenai ekonomi hijau pada anak dan remaja dinilai akan memberi dampak positif yang cukup signifikan bagi kelestarian sumber daya dan penanggulangan kerusakan lingkungan yang lebih lanjut.

      Sebagai orang dewasa dan orang tua, ada baiknya jika Anda memberikan contoh yang baik berkaitan dengan konsep green economy. Misalnya menyalakan AC seperlunya, mematikan lampu jika sudah tidak digunakan, menghemat listrik dengan mengurangi penggunaan lampu pada siang hari, melakukan pekerjaan ringan secara manual, menggunakan benda-benda yang dapat didaur ulang, mengurangi penggunaan kantong plastik, dan sebagainya. Selain itu, orang tua juga dapat memperkenalkan anak-anak pada pentingnya lingkungan bagi kehidupan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak mereka mengunjungi tempat-tempat bertemakan lingkungan seperti mengunjungi objek wisata pantai, danau, gunung, dan sebagainya. Kegiatan ini lebih bermanfaat dibandingkan dengan membiarkan anak bermain internet atau video games setiap harinya.

      Disisi lain, green economy juga dapat dilakukan dengan pembatasan pengeksploitasian sumber daya alam. Untuk mengantisipasi berkurangnya energi dari alam, dapat dilakukan dengan mengoptimalkan bentuk-bentuk penemuan baru yang lebih menghemat energi. Pada intinya, menerapkan ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari dengan dimulai dari diri sendiri akan sangat membantu perwujudan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan generasi selanjutnya.
      Gerakan green economy atau ekonomi hijau memang memiliki banyak manfaat bagi hidup manusia dan lingkungan sekitarnya. Pengendalian diri, penghematan energi, dan bijak dalam memilih produk untuk sehari-hari adalah kunci kesuksesan penerapan ekonomi hijau dalam kehidupan. Namun, masih banyak warga masyarakat yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya penerapan ekonomi hijau dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, sebagai orang yang bijak, mari kita terapkan green economy mulai dari diri kita sendiri dan mulai dari lingkungan terdekat kita.









      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.

    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

PENGARUH KEBIJAKAN INVESTASI SEKTOR RILL PADA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA

    • PENGARUH KEBIJAKAN INVESTASI SEKTOR RILL PADA PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA


      Pembangunan suatu negara disebut menjadi salah satu faktor penting untuk mencerminkan negara tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan dasarnya diketahui karena adanya pemasukan dana di suatu negara ke dalam sistem ekonomi. Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi suatu negara  sangatlah diharapkan dari tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Akan tetapi,  yang terjadi konsumsi masyarakat tidak akan berkembang tanpa adanya bertumbuhnya pendapatan di sektor rill. Jadi jelaslah bahwa pertumbuhan pada sektor rill memiliki suatu peranan yang sangatlah penting dalam proses pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pertumbuhan sektor riil memerlukan investasi demi menjaga berkesinambungan pertumbuhan ekonomi itu sendiri.  Oleh karena itu, salah satu cara diambil dan dijalankan dengan bantuan lembaga keuangan internasional dan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modal di indonesia.   Dukungan pemerintah begitu amat penting dalam kelanjutan pembangunan ekonomi di Indonesia, serta dukungan non materill juga sangat dibutuhkan, disemua tingkat pemerintahan daerah maupun pusat, dan dari masyarakat itu sendiri.

      Dalam menarik PMA negara Indonesia sangatlah buruk daya saingnya, apabila dibandingkan dengan PMA perkembangan negara lain. Alangkah baiknya, pemerintah Indonesia memaksimalkan betul peran serta posisinya sebagai pemimpin arah dan penentu jalan pembangunan ekonomi dengan kewenangan dan fasilitasinya. Sebagian besar optimum investasi mengacu keadaan iklim investasi di negeri itu, sehingga apapun jenis investasi yang masuk wajib mengarah pada perencanaan serta kebijakan yang telah dibuat, dan diarahkan penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan produksi.
      Terdapat berbagai hal-hal terpenting yang menjadi titik tujuan kerja pemerintah yang berhubungan dengan rencana investasi ke depannya, diantaranya:
      • Mengenai kelembagaan yang mengarah pada memperkuat kelembagaan pelayanan investasi yakni dengan pengubah UU mengenai penanaman modal, mengubah peraturan  terkait, sinkronisasi peraturan yang meghambat investasi serta kejelasan mengenai ketentuan AMDAL
      • Mengarah kepada kapabean bea dan cukai dengan melakukan mempercepat kinerja arus barang, meningkatkan perkembangan peranan kawasan industri, pemberantasan penyelundupan-penyulundupan, mempercepat registrasi serta pengajuan cukai.
      • Memfokuskan pada perpajakan dengan insentif perpajakan pada investasi, PPN untuk mempromosikan impor, serta melindugi hak wajib pajak.
      • Mendukung dan menciptakan perluasan lapangan pekerjaan yang fleksibel serta produktif, perlindungan penempatan TKI luar negeri, menyelesaikan perselisihan hubungan industrial  dengan cepat dan berkeailan, mempercepat proses perizinan ketenagakerjaan, 
      • Memberdayakan usaha kecil menengah dan koperasi


      Kebijakan ini merupakan hanya segelintir dari total peranan pemerintah balam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jadim untuk itu pemerintah harus memiliki kinerja yang baik dengan meningkatkan terus kinerjanya  sebab pembangunan itu mencakup keseluruhan walaupun direalisasikan secara bertahap.

      Terdapat berbagai macam masalah-masalah dalam pelaksaan kebijakan investasi yang memiliki kaitan dengan daerah yakni keadaan infrastruksur yang buruk, dalam kebijakan terkadang tidak jelas dan tidak pasti, mengeni pajak dalam mengurusnya sangat sulit dan rumit, prosedur perdagangan yang sulit dan rumit, dan semakin mahalnya upah . selain hal itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pada berjalan atau tidaknya dalam investasi di Indonesia. Faktor tersebut juga meliputi pada stabilitas ekonomi, kondisi infraksturktur suatu daerah, berfungsi atau tidaknya sektor pembiayaan pasar tenaga kerja, regulasi dan perpajakan, birokrasi masalah pemeritahan yang melakukan tindak pidana korupsi. Selama ini rencana serta pelaksaan kebijakan investasi belumlah menunjukkan hasil yang memuaskan dan maksimal.

      Kelembagaan publik pemerintah pusat maupun daerah dengan meningkatkan kekuatan. Terdapat alasan-alasan yang menyatakan suatu kebijakan dapat diatakan berhasil yaitu kebjakan yang dilakukan berjalan eketif dari teknis maupun substantive, kinerja yang pemerintah pusat maupun daerah dilakukan dengan efisien, terncana dan berhasil,  badan pelaksanaannya dan kebijakannya memang bagus.  Hal ini seimbang apabila dikaitkan dengan kebijakan investasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kemampuan dalam melaksanakan kebijakan membutuhkan kuatnya kelembagaan pemerintah serta merupakan sesuatu yang penting jikalau pemerintah mau menyerahkan semua ataupun sebagian wewenang pada lembagan pelaksana demi mewujudkan kebiajakan-kebijakan tersebut.

      Dalam pelaksanaan dengan memperkuat kelembagaan wajib dilaksanakan dalam tingkat pemerintaj pusat. Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya boaya ekonomi tinggi seitar wilayah pusat, kepastian akan hukum, kemampuan promosi pemerintah, penciptaan iklim ekonomi yang kondusif secara makro, berinovasi dalam melayani.
      Dapat disimpulkan bawhwa penguatan dari peranan pemerintah itu sangatlah penting demi mendukung kebijakan investasi itu sendiri. Tanpa bantuan dari lembaga dan kapasitas yang cukup maka tidak bisa diwujudkan. Malahan tujuan yang hendak diwujudkan akan terasa sulit dan malah hilng nantinya peluang tersebut. Pemerintah perlu melakukan penaatan yang baik fungsi dari organisasi serta manajemen sekarang. Keterbukaan terhadap fungsi organisasi dan model manajemen sangat harus dilaksanakan.


      KEBIJAKAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN

      Dalam situasi dan kondisi pembangunan daerah menghadapi tantangan yang sangat serius dampak krisis ekonomi dan globalisasi, pembangunan daerah sebaiknya diletakkan dalam tatanan strategi memberdayakan masyarakat itu sendiri, melaksanakan agenda ekonomi sekarang yaitu dengan melalui pemhakan sitem ekonomi kerakyatan untuk menyelesaikan beragam tantangan pembangunan ekonomi yang ada saat ini. Perwujudan paradigma pembangunan yang berkelanjutan tentulah harus memfokuskan pada manusia yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka ke arah pembangunan.

      Pengarahan mengenai pembangunan itu ditujukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui struktur masyarakat yang muncul berkembang dan ditingkatkan menurut kemampuan masyarakat itu senidiri. Sadar akan potensi serta keahlian masyarakat dalam pembangunan daerah yang dilakukan melalui strategi pemberdayaan dan pemhakan menuju masyarakat yang terus maju, mandiri memiliki daya saing, sejahtera.

      Tujuan baru dalam pembangunan ekonomi layaknya yang terdapat pada undang-undang ialah mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Tujuan baru pembangunan adalah cara yang ditempuh pembangunan dengan cara meletakkan dengan integrasi bermacam-macam upaya yakni, upaya pemberdayaan dan pemihakan masyarakat, upaya pemantapan otonomi daerah, upaya modernisasi melalui perubahan struktur ke arah fungsional yang berkelanjutan.

      Kebijakan umum dalam pemberdayaan masyarakat serta pembangunan daerah. Mengembangkan kapasitas masyarakat yang dilaksanakan dengan memihak pada yang dibelakang, dan dalam lingkup pemerintahan berarti pemberdayaan pemerintahan daerah yang dikerjakan dengan memantapkan pelaksanaan otonomi daerah. Pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan dengan sumber dana BLM yang bersifat block grant untuk mebiayai segala kegiatan yang bisa dimanfaatkan masyarakat itu sendiri. Bantuan yang dimaksud dapat berupa terus berusaha meningkatkan kemampuan SDM , menggerakkan perubahan struktur ekonomi rakyat demi mewujujudkan kesejahterannya, membangun prasarana yang dapat mendukung semua kegiatan ekonomi rakyat, terus meningkatkan kelembagaan masyarakat, terus mengembangkan arah dan evaluasi yang menjadi dasar penilaian dampak setiap program maupun bantuan.

      Sangatlah wajar harus terus meningkatkan penciptaan kondisi yang dapat mendukung kemampuan masyarakat untuk mendapatkan serta memanfaatkan hak hak dalam rangkat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.terdapat berbagai macam masalah yang harus diselesaikan dan ditinjau dari bidang ekonomi, yaitu sebagai berikut: 
      • Melemahnya sistem kelembagaan ekonomi demi memberikan ruang untuk masyarakat tepatnya untuk masyarakat kecil dalam meningkatkan usaha ekonomi yang memiliki daya saing kuat.
      • Menurunnya penciptaan jalur masyarakat ke dalam sumber daya ekonomi berisi modal, lahan, teknik produksi
      • Melemahnya kemampuan masyarakat kecil derah demi membangun organisasi ekonomi masyarakat yang bisa meningkatkan posisi daya saingnya.










      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.



    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Kebijakan Perdagangan Internasional



    • Kebijakan Perdagangan Internasional


      Sebenarnya adalah salah satu bentuk dari kebijakan ekonomi internasional yang timbul karena melebarnya relasi-relasi hubungan ekonomi antarnegara.  Dimana perdagangan internasional merupakan suatu kebijakan yang meliputi semua kegiatan dan tindakan pemerintah pada rekening-rekening yang sedang berlangsung atau biasa disebut current account dibandingkan pada neraca pembayaran internasional, yang lebih tepatnya mengenai ekspor maupun impor barang. Dapat disimpulkan bahwa kebijakan perdagangan internasional adalah semua kegiatan dan tindakan baik pemerintah maupun negara, secara langsung ataupun tidak langsung dengan memfokuskan serta mempengaruhi  arah, komposisi, dan serta bentuk kegiatan perdagangan atau perdagangan luar negeri. Berikut ini yang dimaksudkan bisa seperti tarif, kuota, dumping, larangan impor serta kebijakan yang lainnya.



      Secara umum kebijakan perdagan internasional bisa dijabarkan yakni sebagai berikut

      1.       Politik proteksi

      Tujuan dibuatnya kebijakan proteksi yaitu memperbaiki produksi dalam negeri agar dicapai hasil maksimal, memperbanyak lapangan pekerjaan serta usaha untuk menjaga stabilitas nasional agar tidak terganggu saat terus bergantung pada negara lain. Dapat disimpolkan politik proteksi merupakan suatu kebijakan pemerintah untuk menjaga industri dalam negeri yang sedang berkembang atau infant industry serta persaingan-persaingan semakin besarnya barang-barang impor.

      Berikut merupakan upaya proteksi yang bisa dilksanakan dengan melalui kebijakan

      a.       Tarif dan Bea yang masuk

      Dengan besarnya bea masuk atas barang impor dimana memiliki tujuan mempertahankan dan menjaga industri-industri yang ada dalam negeri agar didapat pendapatan negara. Bentuk umum kebijakan tarif ini adalah dengan dilakukan penetapan pajak impor dengan persentase tertentu dari harga barang yang diimpor. Jenis-jenisnya diantara lain bea ekspor, bea transito dan bea impor.

      b.      Larangan impor

      Dimana pemerintah melakukan kebijakan ini dengan tujuan melarang barang-barang impor masuk ke dalam negeri untuk menjaga hasil produksi anak-anak bangsa dan memajukannya agar terus berkembang.

      c.       Pembatasan kuota impor

      Kebijakan pemerintah dilakukannya kuota impor dengan maksud untuk selalu menyediakan barang-barang yang ada di dalam negeri dalam proporsi yang pas serta yang lebih utama bertujuan mengurang serta membatasi masuknya sejumlah barang-barang impor yang masuk.

      d.      Subsidi

      Suatu kebiajakn pemerintah dengan maksud menutupi sebagian dari biaya produksi dalam negeri per unitnya, agar produsen dalam negeri bisa memasarkan dengan haga lebih murah dan bisa lebih unggul dibandingkan barang impor.

      e.      Dumping

      Suatu kebijakan pemerintah untuk melakukan diskriminasi harga yaitu para produsen dapat menjual barang di luar negeri lebih murah dibandingkan di dalam negeri.



      2.       Politik dagang bebas

      Setiap pihak yang mendukung kebijakan ini bisa memberikan alasan bahwa perdagangan bebas dapat memungkinkan dimana setia negara ikut andil dalam memproduksi barang dimana suatu negara mempunyai keistimewaan yang komperatif.

      3.       Politik autarki

      Kebijakan pemerintah ini sangatlah berbeda dengan prinsip perdagangan internasional, karena seorang importir dlam melaksanakan pembayrannya diwajibkan membeli uang dollar terlebih dahulu sesuai kurs yang berlaku lalu dikirim kena[ada eksportir.



      Faktor Pendorong terjadinya perdagangan antarnegara

      Terdapat beberapa faktor yang mendorong negara-negara di belahan dunia untuk melaksanakan perdagangan luar negeri. Faktor-faktor pendorong tersebut adalah seperti berikut

      1.       Terdapat beberapa pebedaan pada sumber daya yang dimiliki suatu negara

      Di negara Indonesia luas daratannya sangatlah luas dan sangat subur tanahnya, maka tak heran Indonesia dikenal dengan negara agraris, hasil pertaniannya bisa berupa kopi, karet, kelapa sawit dan lain-lain. Berbeda pula dengan negara singapura yang lebih dikenal dengan negara penghasil industri yang bermacam-macam sehingga untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan melakukan impor negara lain.

      2.       Perbedaan tingkat kecanggihan teknologi untuk mewujudkan cara dan teknik memproduksi agar lebih baik ke depannya.

      3.       Meminimalisir biaya produksi layaknya negara Indonesia dapat menguntungkan apabila memproduksi kyu lapis maupun tekstil untuk di ekspor ke luar negeri, dengan begitu dapat menghemat biaya produksi.

      4.       Perbedaan selera dapat mendorong terjadinya perdagangan internasional.





      Dampak terjadinya perdagangan antarnegara

                      Untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari, sejak dulu sebelumnya adanya alat tukar yang sah (uang), masyarakat melakukan barter barang. Sekarang pun masih terjadi tetapi dalam bentuk yang berbeda. Pertukaran dilakukan antarnegara tidak luput dari globalisasi. Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan modal yang besar, oleh karena ituIndonesia yang merupakan salah satu negara yang turut serta perdagangan antarnegara. Terdapat dampak-dampak yang dirasakan. Dampak turut sertanya dalam perdagangan antarnegara bisa diuraikan satu persatu berikut ini.

      Dampak positif perdagangan antarnegara

      Secara umum perdagangan antarnegara tentu menghasilkan dampak positi, yakni sebagai berikut:

      1.      Mendapatkan manfaat dari spesialisasi produksi

      2.      Dapat menyediakan dana untuk pembangunan negara

      3.      Terpenuhinya kebutuhan barang dalam negeri

      4.      Cadangan devisa dalam negeri meningkat

      5.      Meningkatkan laba dan memperluas pasar

      6.      Mentransfer teknologi modern

      7.      Meningkatkan pariwisata dalam negeri



      Dampak negatif prdagangan antarnegara

      1.      Timbul rasa ketergantungan dengan negara lain

      2.      Timbulnya penjajahan ekonomi dengan negara lain

      3.      Perdagangan antarnegara pelaksanaannya lebih mengarah pada perdagangan bebas

      4.      Terjadi eksploitasi terhadap sumber daya maupun manusia

      5.      Timbul persaingan dan perpecahan antarnegara



      Hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional

      Perdagangan internasional dalam pelaksaannya tak luput dari berbagai hambatan. Adapun hambatan dalam perdagangan internasional yakni :

      1.       Kebijakan proteksisnisme

      Suatu kebijakan lebih mengarah pada produsen yang ada di dalam negeri. Kebijakan ini sah-sah saja tetapi kurang tepat jika hanya sekedar menjaga produsen dalam negeri yang lebih kurang efisien maupun kalah bersaing dengan produk impor dengan harga jual lebih rendah namun kualitas lebh baik. Sudah sangat jelas bahwa kebijakan ini sangat menghambat perdaganan internasional.

      2.       Prosedur perdangan internasional sangat rumit dan berbelit-belit

      Sulitnya prosedur perdagangan internasional mengakibatkan tidak semua pengusaha dalam negeri mampu menjadi salah satu pelaku perdagangan internasional.

      3.       Terjadinya persaingan ketat antarnegra

      Suatu produk saat memenuhi syarat untuk masuk ke perdagangan internasional adanya beberapa persamaan terhadap produk yang dihasilkan. Hal ini bukan menjadi suatu permasalahan pada negara yang dapat memproduksi produk yang lebih berkualitas. Tetapi menjadi masalah bagi negara yang tidak memiliki keahlian dan kemampuan tersebut.

      4.      Ketegangan di bidang militer maupun politik

      5.      Produk tidak dapat memenuhi standar mutu internasional.








      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.


    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -