Dampak Kebijakan pemerintah

    •  Dampak kebijakan pemerintah


      Senin, 17 November 2014, Presiden Jokowi telah memutuskan dan menetapkan bahwasanya BBM dinaikkan mulai pukul 00.00 tanggal 18 November 2014. Kebijakan pemerintah yang terbilang cukup cepat dan tegas ini pastilah mengundang banyak kontroversi, pro dan kontra dimana-mana. Para mahasiswa turun ke jalan berorasi menuntut kenaikan BBM tersebut. Supir-supir angkot, bus, dan angkutan lainnya mogok kerja bersama-sama. Contohnya di daerah terdekat kita, Solo, bus-bus melakukan mogok kerja tanggal 18 November 2014 kemarin, dampak dari mogok kerja ini pun dirasakan oleh para pelajar dan mahasiswa yang kesehariannya berangkat ke tempat menuntut ilmu dengan naik bus, kesulitan mencari bus yang masih beroperasi. Namun, mogok kerja ini tidak berlangsung lama, mereka mengakhiri mogok kerja setelah tarif penumpang dinaikkan.
      Kebijakan Pemerintah yang terlalu cepat ini memang memukul semua pihak tanpa terkecuali, bahkan DPR pun merasa dibingungkan dengan adanya kebijakan ini. Kenapa kebijakan yang begitu penting dan melibatkan seluruh aspek kehidupan ini tidak menyertakan alasan yang konkret dan jelas? Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tanpa subsidi ini tidak sejalan dengan harga minyak dunia yang justru mengalami penurunan. Apalagi tahun lalu harga BBM baru dinaikkan pada Juni 2013. Kenaikan harga BBM saat ini yang mencapai Rp. 2000 benar-benar membebani masyarakat Indonesia, terutama kalangan masyarakat menengah dan ke bawah.
      Alasan dari kebijakan pemerintah ini karena membebani APBN sehingga terjadi defisit APBN. Pemerintah tidak seharusnya menyalahkan defisit APBN karena beban dari subsidi BBM semata. Penurunan target pendapatan negara yang tidak sebanding dengan kenaikan beban belanja negara juga menjadi penyebab munculnya masalah defisit APBN. Mungkin juga APBN yang membengkak ini dikarenakan pula oleh piutang negara yang semakin membengkak. Jadi, tidak seharusnya untuk mengurangi APBN pemerintah langsung membuat kebijakan menaikkan harga BBM. Hal ini justru sangat memberatkan bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin, dan bisa memicu meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.
      Jika kebijakan ini terlanjur berjalan, apa yang bisa dilakukan rakyat? Demonstrasi yang tidak didengar, pendapat yang tidak diterima, bahkan tindakan yang tidak dipedulikan lagi, maka rakyat hanya bisa patuh. Menurut saya berdemonstrasi itu tidak salah karena itu merupakan cara penyaluran aspirasi, tetapi dengan aksi-aksi semacam itu tidak akan merubah pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM.
      Dengan kenaikan pulsa saja kita tidak ada protes apa-apa, tapi kenapa dengan kenaikan harga BBM kita harus protes? Padahal kedua-duanya sama pentingnya. Walaupun harga BBM naik, kita masih bisa dan mampu untuk membelinya, seperti kenaikan harga BBM tahun lalu kita masih bisa membelinya.                          
      Kita patut bersyukur BBM premium ini masih bisa kita rasakan, lebih baik menaikkan harga BBM daripada kita melihat tulisan “Maaf bensin habis”. Bayangkan saja jika di tiap-tiap pos bensin ditutup karena BBM habis. Nah bagaimana kalau itu terjadi? Apakah kita semua harus mengendarai mobil yang memakai pertamax? Ini lebih tidak mungkin lagi, yang ada akan memperburuk kemacetan dan kemiskinan.


      Harapan saya untuk pemerintah kedepannya, jika pemerintah ingin menyelamatkan rakyat, cukuplah untuk menaikkan harga BBM tetapi janganlah menaikkan pula harga bahan-bahan pokok yang menjadi konsumsi primer bagi rakyat Indonesia. Karena jika harga bahan pokok naik, rakyat akan semakin terbebani, rakyat semakin sengsara, terutama rakyat kecil, dan kemiskinan akan meningkat.



      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.
    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Letak Ekonomis dan Pembangunan Perekonomian Indonesia

    • Letak Ekonomis dan Pembangunan Perekonomian Indonesia


      Letak ekonomis Negara Indonesia sangatlah potensial. Dimana letak ekonomis merupakan letak suatu negara yang ditelusuri dari jalur dan kehidupan akan perkembangan ekonomi negara tersebut. Dibandingkan dengan negara lainnya. Hal ini dikarenakan letak Indonesia berada tepat diantara Benua Asia dan Benua Australia serta beberapa tempat disekitar wilayah Indonesia yang menjadi pusat lalu lintas perdagangan. Seperti halnya Negara tetangga yang berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil pertanian maupun hasil pertambangan yang dihasilkan Indonesia.

      Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang mempunyai bermacam-macam bentuk muka bumi, di daratan ataupun di dasar laut. Kondisi ini ternyata memiliki hubungan yang sangat erat dengan aktivitas manusia didalamnya. Aktivitas masyarakat disuatu daerah itu dipengaruhi oleh kondisi geografis fisiknya, yang mencakup kondisi iklim, topografi, kondisi perairan serta kualitas tanahnya. Hakikatnya oleh manusia pemanfaatan fisik ini tergantung pada kualitas mutu manusianya dan pada kondisi fisik itu sendiri. 


      Pemahaman serta penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan sangatlah berpengaruh pada kegiatan manusia untuk menngelola dan memanfaatkan semaksimal mungkin kondisi lingkungan fisiknya untuk menyejahterakan hidupnya kelak. Dimana interaksi antar manusia mengelompokkan banyak aspek, manusia yang dapat mempengaruhi pertumbuhan suatu organisasi dan dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya aktivitas bisnis yang ada di Indonesia. Pengelompokkan tersebut berdasarkan etnik, agama, budaya, politik, gender, pekerjaan, dan regional. Sebagai contoh etnik, yang dimana banyak di Indonesia seperti Batak, Sunda, Ambon dan sebagainya. Yang otomatis tiap entik mempunyai tradisi dan kebiasaan yang dapat membedakan satu sama lain. Hal ini sangatlah berpengaruh pada aktifitas bisnis dan perkembangan perekonomian Indonesia, sebab hal ini bisa menjadi kekuatan yang dimiliki dalam persaingan suatu perekonomian. 
      Selain itu dimana angkatan kerja, penduduk yang bekerja serta angka pengangguran sesungguhnya ialah modal awal bagi bergeraknya roda pembangunan ekonomi suatu negara. Yang mana pertumbuhan tenaga kerja saat ini yang disayangkan dan kurang mengimbangi dengan peningkatan jumlah lapangan kerja sehingga mengakibatkan kesempatan seseorang untuk berkerja cenderung menurun. Jadi jumlah penduduk yang saat ini bekerja tidaklah selalu menggambarkan jumlah lapangan pekerjaan yang ada, disebabkan terjadinya ketidakcocokan di lapangan. Pertumbuhan ekonomi harus didukung dengan jumlah tenaga kerja saat ini. Dengan begitu, kita dapat meningkatkan jumlah lapangan pekerjaan agar mampu menopang banyaknya tenaga kerja yang kian bertambah tiap tahunnya. Sehingga daya produksi akan meningkat drastis sebagaimana berdampak berkembangnya bisnis kedepan. 

      Perlunya pemahaman tentang strategi pembangunan ekonomi suatu negara merupakan hal yang penting serta perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara. Strategi pembangunan ekonomi yang pertama adalah strategi pertumbuhan. Strategi pertumbuhan itu lebih berpusat akan bagaimana upaya pembentukan modal dan menanamkannya secara merata, menyebar dan memusat sehingga berakibat akan bertumbuhnya perekonomian. Bila terjadi ketimpangan dimana hal tersebut merupakan bagian terjadinya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling tajam pada strategi pertumbuhan ekonomi ini ialah kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin mencekik. Yang kedua strategi pembangunan dan pemerataan. Dasar dari strategi ini menitikberatkan peningkatan pembangunan engineering, misalnya melalui penyusunan perencanaan induk program. Yang ketiga Strategi ketergantungan, Yang keempat strategi berwawasan ruang dan yang terakhir strategi pendekatan kebutuhan pokok.
      Untuk mencapai hasil yang diharapkan dari perencanaan strategi pembangunan tentunya ada beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Tenaga Ahli dan Teknologi (IPTEK). 


      Strategi pembangunan ekonomi Indonesia, yaitu :

      1. Membangun pusat-pusat perekonomian guna mengembangkan pembangunan ekonomi Indonesia di setiap Pulau, baik komoditas maupun sektor dengan mengidentifikasi terlebih dahulu di ibukota provinsi, menentukan apa aja kebutuhan untuk menghubungkan antara pusat ekonomi tersebut. Dan juga menentukan lokasi fokus guna menunjang fasilitas.

      2. Menjalin hubungan baik secara lokal maupun internasional. Ini dapat menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan, meminimalisir biaya transaksi dan menyadari perlunya jalur ke sejumlah layanan.  Seperti misalnya di ibukota pulau Jawa dan Sumatera. Pembangunan infrastruktur yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

      3. Mempercepat kapabilitas IPTEK dengan meningkatkan kualitas sektor pendidikan.




      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari. 
    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

struktur Produksi, Pendapatan nasional & kemiskinan

    • STRUKTUR PRODUKSI

      Struktur produksi yaitu proses produksi antara beberapa pekerjaan sampai menjadi produk akhir atau produk jadi yang ditunjukkan dengan skema. Struktur produksi nasional bisa kita lihat di lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
      Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
      – Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang berubah dari konsumsi barang pertanian menuju konsumsi barang-barang industri
      – Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
      – Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.


      PENDAPATAN NASIONAL

      Pendapatan Nasional yaitu jumlah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
      Pendekatan Nasional sering digunakan dalam hal :
      1. Menentukan laju tingkat pertumbuhan perekonomian suatu Negara
      2. Mengukur keberhasilan suatu Negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya
      3. Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu Negara dengan Negara lainnya. 

      KEMISKINAN

      Menurut Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial. Menurut Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
       
      Menurut Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
       
      Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
       
      Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.

      Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin
      SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
      1. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
      2. gangguan dan tingginya risiko kesehatan,
      3. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya,
      4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak, dan
      5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial, ketersisihan dalam proses politik, dan kualitas pendidik yang rendah.
      Masalah kemiskinan juga menyangkut tidak terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat miskin untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan bermartabat. Pemecahan masalah kemiskinan perlu didasarkan pada pemahaman suara masyarakat miskin, dan adanya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka, yaitu hak sosial, budaya, ekonomi dan politik.


      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari. 

    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Perlukah Perencanaan Di Negara Berkembang?


    • Perlukah Perencanaan
      Di Negara Berkembang?


      Perencanaan itu sendiri saling berhubungan dengan faktor-faktor produksi atau sumber daya alam yang terbatas dan kian hari kian menipis, sehingga untuk dimanfaatkan serta memperoleh hasil yang maksimal dan sesuai dengan harapan yang ingin dicapai.

      Pada perencanaan wilayah, sangatlah penting perencanaan tersebut dan terdapat beberapa faktor sebagai berikut:
      1. Banyaknya didalam potensi wilayah selain terbatas tapi juga tidaklah mungkin untuk diperbanyak maupun diperbaharui. Saat potensi tersebut diperbaharuipun otomatis membutuhkan waktu yang tidaklah singkat serta biaya yang selangit. Potensi tersebut diantaranya luas wilayah, adanya sumber air bersih, bahan tambang yang sudah terkeruk, luas hutan penyangga yang kian mengecil, luas jalur hijau yang menciut, tanah longsor atau permukaan tanah yang sudah terkena erosi.
      2. Kemampuan teknologi (IPTEK) dan pesatnya perubahan dalam kehidupan manusia sekarang.
      3. Kesalahan perencanaan yang sudah terjadi di lapangan seringkali tidak bisa diubah ataupun diperbaiki kembali.
      4. Lahan yang diperlukan oleh setiap manusia untuk menopang kehidupannya.
      5. Tatanan wilayah sekaligus menggambarkan kepribadian masyarakat yang berdomisili di wilayah tersebut.
      6. Potensi sumber daya alam dan peninggalan manusia jaman dahulu yang merupakan aset yang harus dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat dalam jangka panjang dan bersifat langgeng.
      7. Dengan perencanaan diharapkan terdapatnya suatu arahan dalam kegiatan, adanya pegangan atau penuntun bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
      8. Dengan perencanaan bisa dilaksanakan suatu perkiraan potensi-potensi, prospek-prospek perkembangan, hambatan serta resiko yang mungkin dhadapi pada masa selanjutnya.
      9. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilah pilihan yang terbaik.
      10. Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala prioritas dari segi tujuan.
      11. Perencanaan sebagai alat untuk mengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan evaluasi 


      Sedangkan dari sudut pandang ekonomi alasan perlu dilakukannya suatu perencanaan supaya pemakaian dari alokasi sumber-sumber pembangunan yang minim bisa lebih efisien dan efektif sehingga meminimalisir adanya pemborosan-pemborosan. Yang diharapkan agar Perkembangan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi menjadi lebih mantap kedepannya, serta tercapainya stabilitas ekonomi dalam menghadapi siklus konjungtur.

      Perencanaan di negara berkembang sangatlah diperlukan untuk hal-hal dibawah ini, diantaranya :

      1. Menguatkan serta memperbaiki mekanisme pasar.  Mekanisme pasar pada umumnya belum sempurna karena kurangnya pengetahuan dan ketidakbiasaan negara yang sedang berkembang terhadap mekanisme seperti itu, sehingga perekonomian didominasi oleh sektor non uang.  Pasar produk, faktor produksi, modal dan uang tidak teroganisir dengan baik sehingga terjadinya ketimpangan antara permintaan dan penawaran agregat atas barang dan jasa tidak terjadi.
      2. Menekan angka pengangguran, oleh karena langkanya modal dan melimpahnya jumlah tenaga kerja, mengakibatkan masalah penyediaan lapangan kerja menjadi masalah yang rumit serta sulit dipecahkan saat ini.  Oleh karena itu perlu dibuatnya badan perencana yang terfokus dimana yang diharapkan dapat menemukan jalan keluar dari kesulitan ini. 








      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari. 
    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Perkembangan Perekonomian Indonesia

    • Perkembangan Perekonomian Indonesia

      Sistem ekonomi indonesia tentu sama halnya dengan sistem ekonomi dunia pada umumnya. Ekonomi yang hanya dikuasai oleh segelintir orang yang tentunya mempunyai sumber daya (kapitalis) atau bisa disebutkan ekonomi yang saat ini dikuasai pemerintah sebagai pemilik sumber daya tunggal (sosialis/komunis) atau kombinasi keduanya. 
      Dimana sistem ekonomi kita merupakan kombinasi antara sosialis ataupun kapitalis yang merupakan dengan adanya sebuah pembatasan kepemilikan swasta atas sumber daya yang melibatkan harkat hidup orang banyak. 
      Tetapi memang tiap negara pasti memiliki yang namanya sistem ekonomi, dan tentunya tidaklah sama antara satu dengan yang lainnya serta tiap negara memiliki karakteristik sosial dan  budaya kelompoknya. Semua itu bergantung dari idealisme para petinggi dalam mengolah sumber daya yang ada saat ini. Jika para penguasa bersifat komunis tentunya ingin menguasai seluruh sumber daya dan mendistribusikannya melalui negara lain seperti Uni Soviet, RRC, Kuba, Korut, Laos, dan sebagainya). Sedangkan jika para penguasa bersifat kapitalis, yang mana para penguasa akan terbebas dari semua kepada mekanisme pasar (USA). Jika non blok, seperti halnya Indonesia, ada yang dipegang oleh negara, dan ada yang dilepas ke pasar (dimana hampir semua negara seperti ini).

      Keadaan saat ini semakin banyak perkembangan tentang pemahaman sistem ekonomi Indonesia. Hal ini menyebabkan terbentuknya suatu pandangan bahwa di Indonesia sekarang ini mengikuti sistem ekonomi kapitalisme barat. 

      Menurut pendapat saya, seharusnya tidak perlu adanya pandangan yang mengatakan bahwa Indonesia saat ini meninggalkan sistem sosialistik dan berkiblat menjadi sistem kapitalisme barat. Keadaan ini sangatlah bertolak belakang dengan ideologi Pancasila dan kerakyatan yang selama ini Negara kita anut. Lebih tepatnya jika Indonesia menganut sistem sosial demokratis yang dirasa lebih mampu mengorganisir kondisi suatu Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia ini dengan sedikit lebih baik. saya setuju dengan pendapat mengenai tidak perlunya muncul fenomena kapitalisme vs sosialisme karena masing-masing sistem memiliki keunggulan dan kekurangan. Globalisasi yang dianggap berperangai sebagai kapitalisme, memang lah sangat parah. Yang saya lihat justru karena globalisasi yang menjunjung pasar bebasnya membuat jadanya kesejangan sosial antara kaum kuat dan kaum lemah semakin besar ataupun lebar. Saya juga setuju atas tujuan kita yang adalah pembangunan nasional, namun juga tidak mengabaikan tanggung jawab global.


      Daftar Pustaka : Pasaribu,Rowland Bismark Fernando. 2012. Bahan Ajar Perekonomian Indonesia. Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Kenari.


       
    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

STRATEGI UNTUK MENGHADAPI AEC (Asian Economic Comunity)

    • AEC (Asean Economic Community) keberadaannya mampu membuka luas pasar arus eksport-import barang dan jasa ataupun investasi antarnegara ASEAN dimana permasalahan tarif dan non tarif tidak diberlakukan kembali. Diberikannya kemudahan untuk bertransaksi antar negara di Asia Tenggara, dapat dijadikan peluang atau tantangan bagi perekonomian Indonesia. Berbagai tantangan dan peluang banyak ditemukan bagi Indonesia, hanya saja hal tersebut perlu disusun dengan strategi agar Indonesia bisa menanggulangi tantangan yang akan dihadapi nanti dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga dalam kepentingan perekonomian Indonesia bisa meningkat dengan adanya AEC yang akan diselenggarakan tahun 2015. Memang hal tersebut sangat menuntut pemerintah Indonesia dalam untuk melakukan langkah-langkah strategis agar tidak menjadi negara pemasaran bagi produk-produk luar negeri, sedangkan negara lain lebih memilih untuk investasi di negara yang pelaksanaan usahanya sudah meningkat diantaranya Thailand, Malaysia, Vietnam dan Brunei Darussalam. Hal ini menjadi tantangan yang menarik bagi Indonesia dengan negara-negara ASEAN lainnya dalam hal peningkatan perekonomian masing-masing negaranya melalui perdagangan bebas.
      Berbagai strategi yang harus dijalankan Indonesia dalam menghadapi Asean Economic Community 2015 antara lain:
      1. Bersosialisasi besar-besaran mengenai adanya AEC 2015 kepada masyarakat Indonesia khususnya terhadap pengusaha besar maupun pengusaha kecil.
      2. Pemberdayaan Usaha Makro, Mikro, dan Menengah
      3. Penyediaan Modal
      4. Peningkatan kualitas Sumber Dya Manusia (SDM)
      5. Perbaikan Infrastruksur di Indonesia
      6. Reformasi kelembagaan dan pemerintah
      7. Reformasi Iklim Informasi

      Hal tersebut diatas, merupakan sebagian kecil strategi yang harus dilaksanakan pemerintah Indonesia dalam menghadapi persaingan antar negara Asia Tenggara di AEC 2015 nanti. Persaingan yang terlalu kompetitf memicu kesenjangan ekonomi antarnegara. Singapura misalnya, negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di ASEAN ini tentunya tidak bisa dibandingkan bahkan disamaratakan dengan negara-neara berkembang di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang harus teliti dalam “kebebasan” ini. Peluang dan tantangan harus dianalisis, ditanggapi, dan diimplementasikan secara konseptual sehingga nantinya Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi para investor luar saja, melainkan mampu mengendalikan pasar internasional serta dapat mewujudkan perubahan bagi masyarakat Indonesia.
    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

TUJUAN TATA LETAK PERUSAHAAN

    • Tujuan perencanaan tata letak suatu perusahaan yang tepat ialah : 

      1. Memaksimumkan pemanfaatan ruangan dan peralatan pabrik
      2. Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
      3. Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
      4. Meminimumkan hambatan pada kesehatan perusahaan
      5. Meminimumkan usaha membawa bahan
      6. Lebih memudahkan konsumen
      7. Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yang  lebih aman

      Tujuan umum dari strategi tata letak adalah untuk mengembangkan tata letak yang ekonomis yang dapat membantu pencapaian ketujuh tujuan diatas sementara tetap memenuhi kebutuhan perusahaan untuk bersaing. 

      Efektifitas dari pengaturan tata letak suatu kegiatan produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut :

      a. Penanganan material – perencanaan tata letak harus memperhatikan gerakan dari material atau manusia yang bekerja. Gerakan material akan berdampak pada biaya penanganan material, biasanya mempunyai pengaruh yang cukup signifikan bagi biaya produksi. 

      b. Utilisasi ruang – utilisasi ruang dan energi merupakan salah satu faktor yang diperhatikan  dalam perencanaa tata letak. Perkembangan teknologi

      c. Memungkinkan  penataan mesin-mesin tidak dalam arah horizontal, berada dalam satu lantai, melainkan dapat  ke arah vertikal.

      d. Mempermudah pemeliharaan – perawatan mesin selain berpengaruh terhadap mutu produk juga berpengaruh terhadap usia mesin. Tata letak mesin harus menyediakan ruang gerak yang cukup bagi pemeliharaan mesin.

      e.  Kelonggaran gerak – perencanaan tata letak tidak saja untuk memperoleh efisiensi ruang tetapi juga harus memperhatikan kelonggaran gerak bagi operator /karyawan.           
      Selain meningkatkan kepuasan karyawan atas kondisi kerja, kelonggaran gerak dapat mengurangi kecelakaan kerja.

      f.  Orientasi produk – jenis produk yang dibuat sangat berpengaruh dalam perencanaa tata letak. Misalnya, produk ukuran besar dan berat, atau memelukan perhatian khusus dalam penangannya, umumnya menghendaki suatu tata letak yang tidak membuat produk dipindah-pindah. Sebaliknya, produk yang berukuran kecil dan ringan yang
      dengan mudah dapat diangkut akan menjadi lebih ekonomis apabila diproduksi dengan suatu tata letak yang berdasarkan proses.

      g. Perubahan produk atau disain produk – perencanaan tata letak juga memperhatikan perubahan jenis produk atau disain produk. Bagi perusahaan yang jenis produk atau disainnya sering berubah, tata letak mesin harus sefleksibel mungkin dalam mengadaptasi perubahan.
      Pentingnya tata letak perusahaan

      Pemilihan letak letak perusahaan sangat penting, mengingat apabila salah dalam menganalisis akan berakibat meningkatnya biaya yang akan dikeluarkan nantinya. Dalam memilih lokasi tergantung dari jenis usaha atau investasi yang dijalankan. Terdapat paling tidak 4 lokasi yang harus dipertimbangkan sesuai keperluan perusahaan yaitu:
      1) Lokasi untuk kantor pusat
      2) Lokasi untuk pabrik
      3) Lokasi untuk gudang
      4) Lokasi cabang

    • Posted by Unknown
    • 0 Comments
    • Readmore . . .
    • Add Comment

Mahasiswa Gunadarma

Mahasiswa Gunadarma
Universitas Gunadarma

Labels

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © 2013 Ajeng Setia Ningrum Hasibuan - Oreshura - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -